فَنَادٰىهَا مِنْ تَحْتِهَآ اَلَّا تَحْزَنِيْ قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا
Fa nādāhā min taḥtihā allā taḥzanī qad ja‘ala rabbuki taḥtaki sariyyā(n).
Dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Janganlah engkau bersedih. Sungguh, Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
Keluhan Maryam terdengar oleh Jibril. Selang beberapa lama kemudian Maryam pun melahirkan. Maka dia, yaitu Jibril, berseru kepadanya dari tempat yang rendah, “Wahai Maryam, janganlah engkau bersedih hati karena kondisimu ini. Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu agar kamu dapat membersihkan diri setelah melahirkan.
Maka datanglah Jibril dan berseru dari suatu tempat yang rendah, “Janganlah kamu bersedih hati, karena sesungguhnya Tuhanmu telah mengalirkan sebuah anak sungai di bawahmu.” Ini merupakan suatu rahmat bagi Maryam karena di tempat itu pada mulanya kering tidak ada air yang mengalir, tetapi kemudian terdapat aliran air yang bersih.
al-Makhāḍ اَلْمَخَاض (Maryam/19:23)
Artinya: rasa sakit pada waktu akan melahirkan anak. Akar katanya (م- خ- ض) artinya berguncangnya sesuatu yang cair pada tempatnya. Kemudian digunakan untuk arti yang lain. Pada saat anak yang akan keluar dari perut ibunya dia akan berguncang dan bergerak dalam rahim yang penuh dengan air. Al-Mākhiḍ adalah seorang perempuan yang hamil yang akan melahirkan anak. Makhāḍ digunakan juga untuk unta yang sedang hamil.

