وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۖ
Wa huzzī ilaiki bijiz‘in-nakhlati tusāqiṭ ‘alaiki ruṭaban janiyyā(n).
Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menjatuhkan buah kurma yang masak kepadamu.
Pegang dan goyanglah sekuat tenagamu pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buahnya yang masak kepadamu agar kamu dapat memakannya.
Jibril kemudian menyuruh Maryam untuk menggoyang pohon kurma dan nanti pohon itu akan menjatuhkan buah kurma yang telah masak kepadanya. Dan ini adalah rahmat yang lain untuk Maryam karena pada mulanya pohon kurma itu telah kering, dengan kehendak Allah menjadi hijau dan subur kembali serta berbuah sebagai rezeki untuk Maryam.
al-Makhāḍ اَلْمَخَاض (Maryam/19:23)
Artinya: rasa sakit pada waktu akan melahirkan anak. Akar katanya (م- خ- ض) artinya berguncangnya sesuatu yang cair pada tempatnya. Kemudian digunakan untuk arti yang lain. Pada saat anak yang akan keluar dari perut ibunya dia akan berguncang dan bergerak dalam rahim yang penuh dengan air. Al-Mākhiḍ adalah seorang perempuan yang hamil yang akan melahirkan anak. Makhāḍ digunakan juga untuk unta yang sedang hamil.

