Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 52 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 309 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَنَادَيْنٰهُ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ الْاَيْمَنِ وَقَرَّبْنٰهُ نَجِيًّا

Wa nādaināhu min jānibiṭ-ṭūril-aimani wa qarrabnāhu najiyyā(n).

Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan (Gunung) Tur (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bermunajat (berbicara tanpa perantara).

Makna Surat Maryam Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Kami telah memilih Nabi Musa dan memanggilnya dari sebelah kanan gunung Sinai ketika dia sedang bepergian menuju Mesir, dan saat itu Kami tetapkan dia sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada Fir’aun dan kaumnya. Kami dekatkan dia kepada Kami untuk menerima amanat kerasulan dan Kami ajak dia bercakap-cakap secara langsung dari balik hijab berupa api yang menyala.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan bagaimana Allah memanggil Musa a.s. dan berbicara langsung dengannya di sebelah kanan bukit Tur, yaitu sebuah bukit yang terletak di semenanjung Sinai. Ketika itu Musa sedang menuju ke Mesir dari Madyan untuk menyampaikan dakwahnya kepada Firaun. Di bukit Tursina itulah Musa diberitahukan oleh Allah bahwa dia telah diangkat menjadi rasul dan menjanjikan kepadanya bahwa dia akan menang dalam menghadapi Firaun yang zalim yang mendakwahkan dirinya sebagai Tuhan. Tuhan juga menjanjikan kepadanya akan menurunkan rahmat kepada keluarga Bani Israil dengan menurunkan kitab Taurat.

Allah menerangkan pula bahwa Dia telah mendekatkan Musa kepada-Nya di waktu berbicara itu dengan arti memuliakannya dan me-milihnya sebagai Rasul-Nya seakan-akan Musa di waktu itu dekat kepada Tuhan sebagaimana dekatnya seorang raja di waktu berbicara dengan menterinya. Kita tidak dapat mengetahui bagaimana caranya Tuhan berbicara langsung dengan Musa. Apakah Musa benar-benar mendengar suara ataukah Musa hanya merasa bahwa dia telah berada di alam rohani yang tinggi seakan-akan mendengar wahyu Ilahi. Kita tidak dapat mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya, semua itu harus kita serahkan kepada Allah Yang Mahakuasa. Kewajiban kita sebagai orang mukmin hanya mempercayainya, karena hal itu dikisahkan di dalam Al-Qur’an.

Isi Kandungan Kosakata

Najiyyā نَجِيًّا (Maryam/19: 52)

Lafal Najiyyā adalah bentuk ṣifah musyābahah bi ism al-fā`il tetapi bermakna maf`ul yaitu orang atau benda yang dikenai perbuatan. النجى adalah bentuk mufrad, jamaknya adalah أنجية artinya orang yang dibisiki. Dalam ayat ini, firman Allah waqarrabnāhu najiyyā artinya yaitu Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap (dalam tata bahasa Arab disebut maf’ul li ajlih), maksudnya yaitu Allah mendekatkan Nabi Musa supaya dapat membisiki dia, yaitu berbicara secara akrab mengenai hal-hal yang sangat penting atau rahasia. Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang berkesempatan berbicara langsung dengan Allah sebagaimana diterangkan dalam surah an-Nisā’ ayat 164. Nabi Musa memang ingin sekali melihat Allah sebagaimana diterangkan dalam surah al-A‘rāf ayat 143, tetapi tentu saja keinginan itu tidak dapat terpenuhi meskipun gunung tempat Nabi Musa berdiri hancur dan pecah berantakan, sedangkan Nabi Musa jatuh tersungkur sampai pingsan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto