Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 51 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 51 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 308 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مُوْسٰٓىۖ اِنَّهٗ كَانَ مُخْلَصًا وَّكَانَ رَسُوْلًا نَّبِيًّا

Ważkur fil-kitābi mūsā, innahū kāna mukhlaṣaw wa kāna rasūlan nabiyyā(n).

Ceritakanlah (Nabi Muhammad, kisah) Musa di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah orang yang terpilih, rasul, dan nabi.

Makna Surat Maryam Ayat 51
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Selesai bertutur tentang kisah Nabi Ibrahim, Allah beralih menjelaskan kisah Nabi Musa. Wahai Nabi Muhammad, dan ceritakanlah kisah Nabi Musa sesuai wahyu di dalam kitab Al-Qur’an. Jelaskan bahwa dia benar-benar orang yang terpilih karena keteguhan sikap dan ketulusan hatinya. Dia juga terpilih sebagai seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil dan nabi yang mulia dan tinggi kedudukannya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menerangkan kepada kaum musyrik kisah mengenai Nabi Musa a.s. dan keutamaan sifat-sifatnya agar Nabi sendiri beserta kaumnya dapat mengetahui bagaimana Allah menghargai dan memuliakannya. Keistimewaan-keistimewaan Nabi Musa a.s. itu di antaranya adalah dia orang yang dipilih Allah dan diikhlaskan-Nya untuk semata-mata menyampaikan dakwah agama tauhid seperti dakwahnya kepada Firaun beserta kaumnya, sebagaimana tersebut pada ayat ini:

قَالَ يٰمُوْسٰٓى اِنِّى اصْطَفَيْتُكَ عَلَى النَّاسِ بِرِسٰلٰتِيْ وَبِكَلَامِيْ ۖفَخُذْ مَآ اٰتَيْتُكَ وَكُنْ مِّنَ الشّٰكِرِيْنَ ١٤٤

(Allah) berfirman, ”Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur.” (al-A‘rāf/7: 144)

Allah mengangkatnya sebagai rasul di samping menjadi nabi. Perbedaan antara rasul dan nabi ialah rasul yang mempunyai risalah yang harus disampaikan kepada manusia dan diturunkan kepadanya kitab yang mengandung akidah, hukum-hukum dan sebagainya, sedang nabi adalah orang yang mendapat wahyu dari Allah tentang agama yang benar dan memberitahukan hal itu kepada manusia tetapi tidak mempunyai risalah yang harus disampaikan kepada manusia dan tidak pula diturunkan kitab kepadanya. Di kalangan Bani Israil banyak nabi yang tugas mereka hanya memelihara dan menyampaikan syariat yang dibawa Nabi Musa yang tersebut dalam kitab Taurat, seperti Yusa’, Ilyas dan lainnya.

Isi Kandungan Kosakata

Najiyyā نَجِيًّا (Maryam/19: 52)

Lafal Najiyyā adalah bentuk ṣifah musyābahah bi ism al-fā`il tetapi bermakna maf`ul yaitu orang atau benda yang dikenai perbuatan. النجى adalah bentuk mufrad, jamaknya adalah أنجية artinya orang yang dibisiki. Dalam ayat ini, firman Allah waqarrabnāhu najiyyā artinya yaitu Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap (dalam tata bahasa Arab disebut maf’ul li ajlih), maksudnya yaitu Allah mendekatkan Nabi Musa supaya dapat membisiki dia, yaitu berbicara secara akrab mengenai hal-hal yang sangat penting atau rahasia. Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang berkesempatan berbicara langsung dengan Allah sebagaimana diterangkan dalam surah an-Nisā’ ayat 164. Nabi Musa memang ingin sekali melihat Allah sebagaimana diterangkan dalam surah al-A‘rāf ayat 143, tetapi tentu saja keinginan itu tidak dapat terpenuhi meskipun gunung tempat Nabi Musa berdiri hancur dan pecah berantakan, sedangkan Nabi Musa jatuh tersungkur sampai pingsan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto