Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 49 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 49 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 308 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۙوَهَبْنَا لَهٗٓ اِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَۗ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا

Falamma‘tazalahum wa mā ya‘budūna min dūnillāh(i), wahabnā lahū isḥāqa wa ya‘qūb(a), wa kullan ja‘alnā nabiyyā(n).

Maka, ketika dia (Ibrahim) sudah menjauh dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya (seorang anak) Ishaq dan (seorang cucu) Ya‘qub. Masing-masing Kami angkat menjadi nabi.

Makna Surat Maryam Ayat 49
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah minta izin kepada orang tuanya, maka Nabi Ibrahim pun pergi. Ketika dia sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami muliakan dia dan limpahkan rahmat kepadanya. Kami anugerahkan kepadanya Ishak sebagai anak yang sekian lama dirindukan kehadirannya, dan Kami anugerahkan pula kepadanya Yakub sebagai cucu yang melanjutkan keturunan dan perjuangannya. Keduanya adalah orang-orang saleh dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi yang menyeru umatnya untuk menaati perintah Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Nabi Ibrahim a.s. meninggalkan negerinya Ur Kildan (Irak) dan menetap di negeri Syam, dikaruniai Tuhan kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Allah mengaruniakan kepadanya anak-anak dan cucu-cucu yang sebahagian dari mereka diangkat Allah menjadi nabi di kalangan Bani Israil. Allah mengaruniakan kepadanya Ishak, dan Ishak ini pun mendapat anak bernama Yakub yang menggantikan kedudukannya sebagai Nabi. Adapun anak pertamanya Ismail yang ditinggalkannya di sekitar Ka`bah diangkat pula menjadi Nabi yang telah meninggikan dan menyemarakkan syiar agama di sana.

Demikianlah balasan Tuhan kepada Nabi Ibrahim yang bersedia meninggalkan bapaknya, kaumnya dan tanah airnya demi untuk keselamatan akidahnya dan menyebarkan agama tauhid yang diperintahkan Allah kepadanya. Allah tidak mengabaikan dan tidak menyia-nyiakan bahkan mengganti kesedihan meninggalkan keluarga dan tanah airnya dengan kebahagiaan keluarga dan bertanah air yang baru dan menerima ajaran dan petunjuknya serta memberikan kepadanya anak cucu yang baik-baik yang sebahagiannya menjadi penegak agama Allah bahkan banyak pula yang menjadi nabi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Maliyyā مَلِيًّا (Maryam/19: 46)

Maliyyā artinya waktu yang lama. Berasal dari fi’il ملا -يملو -ملوا yang berjalan cepat atau lari, sedangkan ملا yang bentuk jamanya أملاء berarti padang sahara atau tanah yang luas. الملي artinya masa yang lama. Pada ayat 46 surah Maryam ini diceritakan Azar, ayah Ibrahim berkata atau meminta kepada Ibrahim dengan ungkapan, wahjurnī maliyyā, artinya tinggalkan aku dengan berlari untuk waktu yang lama. Hal ini dapat dipahami karena posisi ayah Ibrahim yang berseberangan dengan Ibrahim sebagai Nabi dan utusan Allah yang mengajak kepada Tauhid, hanya menyembah Allah Yang Maha Esa, dan melarang penyembahan patung-patung dan berhala. Sedangkan ayah Ibrahim adalah pembuat patung. Azar ayah Ibrahim memperoleh banyak penghasilan dan dipandang terhormat oleh masyarakat.

2. Ḥafiyyā حَفِيًّا (Maryam/19: 47)

Lafal ḥafiyyā adalah bentuk ṣifah musyābahah bi ism al-fā`il (kata sifat yang menyerupai ism fa`il atau orang yang melakukan perbuatan). Berasal dari masdar الحفاوة artinya menyambut atau menghormati dengan ramah. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa dengan berat hati Ibrahim memenuhi permintaan atau perintah ayahnya Azar yang berbeda pendirian untuk pergi jauh dan dalam waktu yang sangat lama, atau bahkan tidak kembali lagi, karena Ibrahim berkeyakinan seperti yang diucapkan kepada ayahnya: innahū kāna bī ḥafiyyā, artinya sungguh Allah sangat baik kepadaku, maksudnya Allah pasti menyambut dengan ramah dan menghormati sikap dan kepergiannya meninggalkan ayahnya untuk menuju tempat-tempat yang jauh untuk menyebarkan agama tauhid.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto