ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيْعَةٍ اَيُّهُمْ اَشَدُّ عَلَى الرَّحْمٰنِ عِتِيًّا ۚ
Ṡumma lananzi‘anna min kulli syī‘atin ayyuhum asyaddu ‘alar-raḥmāni ‘itiyyā(n).
Kemudian, pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang paling durhaka kepada Yang Maha Pengasih.
Kemudian untuk lebih meyakinkan, pasti akan Kami tarik dengan kasar dan paksa dari setiap golongan yang ingkar itu siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, yang selalu mencurahkan rahmat dan kasih-Nya kepada mereka.
Karena itu Allah mengancam manusia semacam itu dengan bersumpah bahwa Dia akan mengumpulkan mereka di padang mahsyar bersama-sama dengan setan yang mereka anggap sebagai pemimpin mereka. Mereka akan melihat dan mengalami bagaimana dahsyat dan hebatnya suasana ketika itu, sehingga tidak ada yang dipikirkan oleh seseorang kecuali keselamatan dirinya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:
يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ ٣٤ وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ ٣٥ وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ ٣٦ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ ٣٧
Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. (‘Abasa/80: 34-37)
Dalam suasana yang amat gawat dan kritis itulah mereka digiring ke neraka dalam keadaan berlutut dan hina tidak dapat berdiri lagi karena pengalaman yang amat pahit dan penderitaan yang tak terperikan.
1. Jiṡiyyā جِثِيًّا (Maryam/19: 68)
جثيّا artinya berlutut, berasal dari fi’il جثا -يجثو -جثوا atauجثى -يجثا -جثيا . Kedua bentuk kata kerja ini berarti berdiri di atas kedua lutut atau berlutut. Pada ayat 68 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir pada hari akhirat nanti dikumpulkan bersama para setan yang telah berhasil mempengaruhi mereka berbuat jahat, kemudian mereka dibawa berkeliling neraka jahanam untuk mengetahui betapa dahsyat siksaan mereka. Mereka diajak ke dekat neraka Jahanam, neraka yang paling dahsyat, sehingga mereka sangat takut dan dengan perasaan yang sangat mengerikan itu mereka datang dengan berlutut.
2. ‘Itiyyā عِتِيًّا (Maryam/19: 69)
Lafal عتيّا mempunyai banyak arti antara lain angkuh, sombong, bertindak sewenang-wenang, melampaui batas, durhaka dan membangkang. Berasal dari fi’il عتا -يعتو -عتوا -وعتيا artinya angkuh atau sombong. Dalam ayat 69 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa dari setiap kelompok orang-orang kafir akan ditarik seorang yang paling durhaka untuk dijadikan contoh dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tentu menambah ketakutan mereka, dan mereka akan merasakan betapa besar dosa dan kesalahan mereka kepada Allah yang Maha Perkasa, sehingga sangat tidak pantas jika manusia bersikap sombong.
























