ثُمَّ لَنَحْنُ اَعْلَمُ بِالَّذِيْنَ هُمْ اَوْلٰى بِهَا صِلِيًّا
Ṡumma lanaḥnu a‘lamu bil-lażīna hum aulā bihā ṣiliyyā(n).
Selanjutnya, Kami sungguh lebih mengetahui orang yang paling layak (dimasukkan) ke dalam neraka.
Selanjutnya, dengan semua yang terjadi dan demikian banyaknya manusia yang menyaksikan tempat hukuman itu, Kami sungguh lebih mengetahui siapa saja orang yang paling tepat dan seharusnya dimasukkan ke dalam neraka sebagai balasan atas perbuatan buruk dan keingkarannya.
Orang-orang kafir itu dikumpulkan secara berkelompok-kelompok sesuai dengan tingkat kedurhakaan mereka, lalu Allah menyisihkan yang paling ingkar, paling sombong dan durhaka dan paling banyak menyesatkan manusia di muka bumi dari masing-masing kelompok itu untuk dilemparkan lebih dahulu ke dalam neraka. Bagi Allah Yang Mahatahu Mahaluas Ilmu-Nya tidaklah sulit menentukan orang-orang yang seperti itu karena semua amal perbuatannya di dunia telah tercatat di dalam buku masing-masing, seperti tersebut dalam firman-Nya:
يَوْمَى ِذٍ تُعْرَضُوْنَ لَا تَخْفٰى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ ١٨
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatupun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah). (al-Ḥāqqah/69: 18)
Mereka akan dibelenggu, dilemparkan ke neraka dan dalam neraka pun mereka akan dirantai seperti tersebut dalam firman-Nya:
خُذُوْه فَغُلُّوْهُۙ ٣٠ ثُمَّ الْجَحِيْمَ صَلُّوْهُۙ ٣١ ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ ٣٢
(Allah berfirman), ”Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.” Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. (al-Ḥāqqah/69: 30-32)
Sesudah itu barulah tiba giliran yang lain untuk dilemparkan pula ke neraka sesuai dengan tingkat kekufuran dan kedurhakaannya.
1. Jiṡiyyā جِثِيًّا (Maryam/19: 68)
جثيّا artinya berlutut, berasal dari fi’il جثا -يجثو -جثوا atauجثى -يجثا -جثيا . Kedua bentuk kata kerja ini berarti berdiri di atas kedua lutut atau berlutut. Pada ayat 68 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir pada hari akhirat nanti dikumpulkan bersama para setan yang telah berhasil mempengaruhi mereka berbuat jahat, kemudian mereka dibawa berkeliling neraka jahanam untuk mengetahui betapa dahsyat siksaan mereka. Mereka diajak ke dekat neraka Jahanam, neraka yang paling dahsyat, sehingga mereka sangat takut dan dengan perasaan yang sangat mengerikan itu mereka datang dengan berlutut.
2. ‘Itiyyā عِتِيًّا (Maryam/19: 69)
Lafal عتيّا mempunyai banyak arti antara lain angkuh, sombong, bertindak sewenang-wenang, melampaui batas, durhaka dan membangkang. Berasal dari fi’il عتا -يعتو -عتوا -وعتيا artinya angkuh atau sombong. Dalam ayat 69 surah Maryam ini Allah menerangkan bahwa dari setiap kelompok orang-orang kafir akan ditarik seorang yang paling durhaka untuk dijadikan contoh dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tentu menambah ketakutan mereka, dan mereka akan merasakan betapa besar dosa dan kesalahan mereka kepada Allah yang Maha Perkasa, sehingga sangat tidak pantas jika manusia bersikap sombong.























