Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 29 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 307 •  Quarter Hizb 31.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَاَشَارَتْ اِلَيْهِۗ قَالُوْا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِى الْمَهْدِ صَبِيًّا

Fa asyārat ilaīh(i), qālū kaifa nukallimu man kāna fil-mahdi ṣabiyyā(n).

Dia (Maryam) menunjuk kepada (bayi)-nya (agar mereka bertanya kepadanya). Mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

Makna Surat Maryam Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Maryam tidak gentar menghadapi cemoohan kaumnya, maka untuk menjawabnya dia menunjuk kepada anak yang sedang digendongnya. Melihat isyaratnya untuk bertanya kepada anak tersebut, mereka berkata, “Bagaimana mungkin kami akan berbicara dengan bayi yang masih dalam ayunan itu?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Maryam menunjuk kepada putranya supaya berbicara dan menjelaskan tentang keadaannya, karena Maryam sudah bernazar untuk tidak berbicara dengan siapa pun dan sudah merasa yakin bahwa anaknya mengerti isyarat itu. Orang-orang Yahudi bertanya dengan keheranan, “Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang bayi yang masih di dalam gendongan?” Mereka menduga bahwa Maryam memperolok-olok mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fariyyā فَرِيًّا (Maryam/19:27)

Fariyyā artinya yang amat mungkar. Kata ini terambil dari akar (ف- ر- حرف علة ي) artinya memotong sesuatu untuk memperbaikinya atau merusaknya, atau melubangi sesuatu. Ragib dalam “Mufradat-nya” menjelaskan bahwa kata al-faryu artinya memotong kulit untuk dijahit dan diperbaiki, Sedangkan iftira’ adalah digunakan untuk arti memperbaiki atau merusak. Arti yang kedua (merusak) lebih banyak digunakan dalam Al-Qur’an. Kebohongan, syirik, dan kezaliman masuk dalam katagori iftira’. Dari beberapa arti dasar ini lalu berkembang ke arti lain yang semisal. Sesuatu yang membikin seseorang terheran-heran dikatakan al-Fariyy, seakan-akan dia telah memotong sesuatu itu dengan potongan yang mengherankan. Pada ayat ini Siti Maryam dituduh melakukan perbuatan zina karena hal ini sesuatu yang amat besar dan mengherankan bagi orang sesuci Maryam. Tuduhan tersebut merusak citra diri Maryam.

2. Bagiyyā بَغِيًّا (Maryam/19: 28)

Artinya: seorang pezina. Akar kata dari kalimat ini seperti dikatakan Ibn Faris adalah (ب- غ- ي) mempunyai dua arti dasar. Pertama, mencari. Kedua, sebuah bentuk kerusakan. Sementara Ragib mengartikan kata bagy untuk mencari pelampauan hal-hal yang wajar dari semestinya, baik betul- betul telah dilampaui atau tidak. Hal tersebut baik terkait dengan hal yang bersifat kualitas sesuatu atau maupun kuantitasnya. Ungkapan, “Bagaitusy syai" artinya engkau mencari melebihi dari apa yang seharusnya. Kemudian menurut Ragib kata bagy bisa terpuji, bisa juga tercela. Terpuji jika beranjak dari keadilan menuju ihsan (berbuat baik) dan tercela jika beralih dari yang hak menuju kepada kebatilan. Kata bagiyy diartikan pezina karena konteks ayatnya mengarah kepada arti ini. Zina sendiri merupakan perbuatan yang melampaui batas dan sesuatu yang membuat kerusakan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto