۞ فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهٖ مَكَانًا قَصِيًّا
Fa ḥamalathu fantabażat bihī makānan qaṣiyyā(n).
Maka, dia (Maryam) mengandungnya, lalu mengasingkan diri bersamanya ke tempat yang jauh.
Ayat berikut menguraikan kondisi psikologis Maryam ketika hamil. Proses kehamilannya dimulai ketika Jibril meniupkan roh ke tubuh Maryam, maka sesudah itu dia mengandung. Mengetahui dirinya hamil, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh dari tempatnya menetap selama ini.
Setelah Jibril menerangkan maksud kedatangannya itu, maka Maryam menjawab, “Aku berserah diri kepada ketetapan Allah.” Lalu Jibril meniupkan roh Nabi Isa ke Maryam sehingga mengakibatkan Maryam mengandung; lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya ke suatu tempat yang jauh dari orang banyak untuk menghindari tuduhan dan cemoohan dari Bani Israil.
al-Makhāḍ اَلْمَخَاض (Maryam/19:23)
Artinya: rasa sakit pada waktu akan melahirkan anak. Akar katanya (م- خ- ض) artinya berguncangnya sesuatu yang cair pada tempatnya. Kemudian digunakan untuk arti yang lain. Pada saat anak yang akan keluar dari perut ibunya dia akan berguncang dan bergerak dalam rahim yang penuh dengan air. Al-Mākhiḍ adalah seorang perempuan yang hamil yang akan melahirkan anak. Makhāḍ digunakan juga untuk unta yang sedang hamil.

