لَقَدْ اَحْصٰىهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا ۗ
Laqad aḥṣāhum wa ‘addahum ‘addā(n).
Sungguh, Dia (Allah) benar-benar telah menentukan jumlah mereka dan menghitungnya dengan teliti.
Semua manusia akan kembali pada Allah dan Dia benar-benar telah mengetahui mereka dengan rinci, bagaimana kepribadian, kejiwaan, perbuatan dan perkataan mereka secara lahir maupun batin. Dia juga akan memeriksa dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti sehingga tidak ada satu pun yang terlewat.
Kemudian Allah menjelaskan bahwa semua amal dan takwa mereka itu telah tercatat dalam kitab yang amat teliti dan terperinci tidak seorang pun terluput dalam catatan itu, semua amal perbuatan mereka baik yang kecil maupun yang besar. Semua ucapan mereka yang nyata dan tersembunyi telah ditulis dan diperhitungkan secermat-cermatnya dan mereka semua menunggu balasan apa yang akan diterimanya.
1. Iddā اِدًّا (Maryam/19: 89)
Lafal ادّا (dengan hamzah dibaca kasroh) berarti perkara yang mengerikan, juga berarti bencana atau malapetaka besar. Tetapi lafal yang hampir sama yaitu ادّا (dengan hamzah dibaca fathah) berarti kemenangan, kekuatan atau sesuatu yang hebat dan dahsyat. Fi’il atau kata kerja, ادّ- يؤد - اِدّا او اَدّا artinya menyusahkan atau meresahkan hati. Dalam ayat 89 surah Maryam ini maksudnya orang-orang yang berpendapat bahwa Allah mempunyai anak adalah sampai pada puncak kedurhakaan yang me-ngakibatkan malapetaka yang sangat besar karena merupakan perkara yang sangat mungkar. Dalam ayat-ayat berikutnya terutama ayat 90 digambarkan seperti langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung-gunung seakan runtuh. Apalagi jika menuduh Allah memiliki anak perempuan, padahal orang kafir Quraisy sangat tidak senang jika memiliki anak perempuan, maka tuduhan mereka betul-betul sudah sangat keterlaluan dalam memperolok-olokkan Tuhan, sangat bertentangan dengan akal sehat.
3.Haddan هَدًّا (Maryam/19: 95)
هَدَّا (haddan), terdiri dari tiga huruf, د د هـ. Dari pecahan tiga huruf ini muncul kata هَدَّا (haddan) artinya pecah menjadi berkeping-keping, atau runtuhnya suatu benda yang berat atau besar. الهِدَّة (al-hiddah) suara jatuhnya benda tersebut, seperti pada Maryam/19: 90. الهِدُّ (al-hidda) artinya pengecut dan هَدَّدَ (haddada) artinya mengancam.
Dalam Maryam/19: 88 telah dijelaskan perkataan mereka bahwa Allah memiliki anak. Maka dalam ayat ini dijelaskan dampak dari perkataan tersebut, yaitu hampir saja bumi yang mereka pijak terbelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka menyatakan bahwa ar-Raḥman Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak.































