وَكُلُّهُمْ اٰتِيْهِ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَرْدًا
Wa kulluhum ātīhi yaumal-qiyāmati fardā(n).
Semuanya akan datang kepada Allah pada hari Kiamat sendiri-sendiri.
Dan setiap orang dari mereka akan datang dan menghadap kepada Allah untuk menerima perhitungan dan putusan tentang perbuatannya di dunia secara sendiri-sendiri kelak pada hari kiamat. Tidak ada teman yang membantu dan tidak ada pula orang tua atau anak yang menolong.
Pada hari Kiamat orang kafir datang menghadap kehadirat Allah untuk menerima perhitungan dan putusan mengenai perbuatan mereka masing-masing seorang diri tidak ditemani oleh orang yang paling dekat sekalipun seperti anak atau istrinya.
Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah bagi setiap hamba-Nya pada hari itu, tiada seorang pun yang dapat lolos dari pengadilan-Nya, setiap orang pasti menghadapi peristiwa yang hebat dan dahsyat itu dengan perasaan harap-harap cemas, apakah ia akan termasuk dalam golongan orang-orang yang celaka yang akan digiring ke neraka dalam keadaan hina dina atau termasuk golongan orang yang berbahagia yang akan dipersilakan masuk ke dalam surga dengan terhormat dan mulia.
1. Iddā اِدًّا (Maryam/19: 89)
Lafal ادّا (dengan hamzah dibaca kasroh) berarti perkara yang mengerikan, juga berarti bencana atau malapetaka besar. Tetapi lafal yang hampir sama yaitu ادّا (dengan hamzah dibaca fathah) berarti kemenangan, kekuatan atau sesuatu yang hebat dan dahsyat. Fi’il atau kata kerja, ادّ- يؤد - اِدّا او اَدّا artinya menyusahkan atau meresahkan hati. Dalam ayat 89 surah Maryam ini maksudnya orang-orang yang berpendapat bahwa Allah mempunyai anak adalah sampai pada puncak kedurhakaan yang me-ngakibatkan malapetaka yang sangat besar karena merupakan perkara yang sangat mungkar. Dalam ayat-ayat berikutnya terutama ayat 90 digambarkan seperti langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung-gunung seakan runtuh. Apalagi jika menuduh Allah memiliki anak perempuan, padahal orang kafir Quraisy sangat tidak senang jika memiliki anak perempuan, maka tuduhan mereka betul-betul sudah sangat keterlaluan dalam memperolok-olokkan Tuhan, sangat bertentangan dengan akal sehat.
3.Haddan هَدًّا (Maryam/19: 95)
هَدَّا (haddan), terdiri dari tiga huruf, د د هـ. Dari pecahan tiga huruf ini muncul kata هَدَّا (haddan) artinya pecah menjadi berkeping-keping, atau runtuhnya suatu benda yang berat atau besar. الهِدَّة (al-hiddah) suara jatuhnya benda tersebut, seperti pada Maryam/19: 90. الهِدُّ (al-hidda) artinya pengecut dan هَدَّدَ (haddada) artinya mengancam.
Dalam Maryam/19: 88 telah dijelaskan perkataan mereka bahwa Allah memiliki anak. Maka dalam ayat ini dijelaskan dampak dari perkataan tersebut, yaitu hampir saja bumi yang mereka pijak terbelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka menyatakan bahwa ar-Raḥman Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak.






















