اَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمٰنِ وَلَدًا ۚ
An da‘au lir-raḥmāni waladā(n).
(Hal itu terjadi) karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
Bencana mengerikan itu bisa saja terjadi karena mereka menganggap bahwa Allah Yang Maha pengasih mempunyai anak. Anggapan ini jelas tidak benar dan tidak pula layak ditunjukan kepada-Nya.
Bila bumi, langit dan gunung-gunung dapat mendengar dan memahami ucapan orang-orang kafir itu, meskipun ia tidak diberi akal dan pikiran oleh Allah, maka langit, bumi dan gunung-gunung yang besar itu akan terguncang dengan dahsyatnya karena terkejut dan mungkin akan menjadi hancur lebur, karena tidak dapat menerima ucapan yang sangat berat tanggung jawabnya, dan sangat menghina serta merendahkan martabat Penciptanya. Untunglah bumi langit dan gunung-gunung itu tidak dapat mendengar apalagi memahami ucapan orang-orang kafir yang sangat keliru itu.
Ini adalah bantahan yang sangat keras terhadap orang-orang kafir itu, bila mereka menggunakan akal yang dianugerahkan Allah kepada mereka, tentulah mereka tidak akan mengucapkan kata-kata seperti itu.
1. Iddā اِدًّا (Maryam/19: 89)
Lafal ادّا (dengan hamzah dibaca kasroh) berarti perkara yang mengerikan, juga berarti bencana atau malapetaka besar. Tetapi lafal yang hampir sama yaitu ادّا (dengan hamzah dibaca fathah) berarti kemenangan, kekuatan atau sesuatu yang hebat dan dahsyat. Fi’il atau kata kerja, ادّ- يؤد - اِدّا او اَدّا artinya menyusahkan atau meresahkan hati. Dalam ayat 89 surah Maryam ini maksudnya orang-orang yang berpendapat bahwa Allah mempunyai anak adalah sampai pada puncak kedurhakaan yang me-ngakibatkan malapetaka yang sangat besar karena merupakan perkara yang sangat mungkar. Dalam ayat-ayat berikutnya terutama ayat 90 digambarkan seperti langit hampir pecah, bumi hampir terbelah dan gunung-gunung seakan runtuh. Apalagi jika menuduh Allah memiliki anak perempuan, padahal orang kafir Quraisy sangat tidak senang jika memiliki anak perempuan, maka tuduhan mereka betul-betul sudah sangat keterlaluan dalam memperolok-olokkan Tuhan, sangat bertentangan dengan akal sehat.
3.Haddan هَدًّا (Maryam/19: 95)
هَدَّا (haddan), terdiri dari tiga huruf, د د هـ. Dari pecahan tiga huruf ini muncul kata هَدَّا (haddan) artinya pecah menjadi berkeping-keping, atau runtuhnya suatu benda yang berat atau besar. الهِدَّة (al-hiddah) suara jatuhnya benda tersebut, seperti pada Maryam/19: 90. الهِدُّ (al-hidda) artinya pengecut dan هَدَّدَ (haddada) artinya mengancam.
Dalam Maryam/19: 88 telah dijelaskan perkataan mereka bahwa Allah memiliki anak. Maka dalam ayat ini dijelaskan dampak dari perkataan tersebut, yaitu hampir saja bumi yang mereka pijak terbelah dan gunung-gunung runtuh berkeping-keping, karena mereka menyatakan bahwa ar-Raḥman Allah yang Maha Pemurah mempunyai anak.




























