Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 21 - Surat Muḥammad (Nabi Muhammad)
محمّد
Ayat 21 / 38 •  Surat 47 / 114 •  Halaman 509 •  Quarter Hizb 51.5 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

طَاعَةٌ وَّقَوْلٌ مَّعْرُوْفٌۗ فَاِذَا عَزَمَ الْاَمْرُۗ فَلَوْ صَدَقُوا اللّٰهَ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۚ

Ṭā‘atuw wa qaulum ma‘rūf(un), fa'iżā ‘azamal-amr(u), falau ṣadaqullāha lakāna khairal lahum.

(Seharusnya, mereka memilih) ketaatan (kepada Allah) dan tutur kata yang baik. Apabila perintah (perang) ditetapkan, (mereka tidak menyukainya). Padahal, jika mereka benar (beriman dan taat) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

Makna Surat Muhammad Ayat 21
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sesungguhnya yang lebih baik bagi orang yang beriman adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan bertutur kata yang baik sebagai bukti dari keimanan mereka. Sebab apabila perintah perang ditetapkan mereka tidak menyukainya. Padahal jika benar-benar beriman kepada Allah, pastilah mereka ikut berperang di jalan Allah, dan niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan sikap yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang munafik, yaitu taat kepada Allah, dan mengucapkan perkataan yang makruf, bukannya takut, dan gentar menghadapi musuh. Hal itu karena kesenangan hidup di dunia telah membuat mereka terpesona dan lupa diri. Mereka takut kehilangan kesenangan. Padahal jika mereka mengetahui bahwa kesenangan hidup di dunia adalah kesenangan yang semu dan sementara, sedangkan kesenangan hidup di akhirat adalah kesenangan yang sebenarnya, tentu mereka akan mengubah sikap.

Selanjutnya diterangkan bahwa kaum munafik itu apabila datang perintah berperang, timbullah kebencian dalam hati mereka sehingga mereka enggan ikut berperang. Seandainya mereka mempunyai iman yang kuat di dalam dada mereka, benar-benar taat kepada Allah dan mengikuti Rasul, pasti mereka ikut berperang bersama Rasul. Hal itu lebih baik bagi mereka karena dengan demikian mereka dekat kepada Allah.

Isi Kandungan Kosakata

al-Magsyiyyu الْمَغْشِيُّ (Muḥammad/47: 20)

Kata al-magsyiyyu adalah isim maf‘ūl (kata benda objek) dari kata gasyiya-tagsya-gasywah yang berarti menutupi, sebagaimana dalam firman Allah, “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang).” (al-Lail/92: 1) Kata gisyāwah berarti penutup yang mengunci hati, sebagaimana dalam firman Allah, “Dan penglihatan mereka ditutup.” (al-Baqarah/2: 7). Kiamat disebut al-gāsyiyah karena huru-haranya menutupi seluruh makhluk. Secara keseluruhan, penggunaan kata gasyiya dan semua derivasinya berkisar pada ‘menutupi’. Akan tetapi, bila kata gasyiya ditransitifkan dengan bantuan kata ‘alā, maka ia berarti ‘pingsan’, seperti penggunaan kata gasyiya pada ayat yang sedang ditafsirkan ini, dan di dalam firman Allah Ta‘ala, “Mereka kikir terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya), kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati…” (al-Aḥzāb/33: 19)

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto