Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Muḥammad (Nabi Muhammad)
محمّد
Ayat 17 / 38 •  Surat 47 / 114 •  Halaman 508 •  Quarter Hizb 51.5 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

وَالَّذِيْنَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَّاٰتٰىهُمْ تَقْوٰىهُمْ

Wal-ażīnahtadau zādahum hudaw wa ātāhum taqwāhum.

Orang-orang yang mendapat petunjuk akan ditambahi petunjuk(-nya) dan dianugerahi ketakwaan (oleh Allah).

Makna Surat Muhammad Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, yakni orang-orang yang beriman Allah akan menambah petunjuk kepada mereka sehingga bertambah terang bagi mereka jalan kepada kebenaran dan menganugerahi ketakwaan mereka dengan memberikan pertolongan dan kemudahan dalam melakukan kebajikan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang yang berlawanan sifatnya dengan orang munafik. Mereka adalah orang yang telah mendapat petunjuk, beriman, mendengar, memperhatikan, dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Dada mereka dilapangkan Allah, hati mereka menjadi tenteram bila mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an atau bila mereka membacanya, pengetahuannya semakin bertambah tentang agama Allah. Allah menambah petunjuk lagi bagi mereka dengan jalan ilham dan membimbing mereka untuk mengerjakan amal saleh serta memberi kesanggupan kepada mereka untuk menambah ketaatan dan ketakwaan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ānifan اٰنِفًا (Muḥammad/47: 16(

Kata ānifan artinya waktu terdekat yang telah lalu, atau biasanya disebut tadi. Pada ayat ini, kata tersebut disebutkan dalam rangka mengolok-olok atau melecehkan apa yang diucapkan Rasulullah saw. Pada suatu saat, beliau mengajak masyarakat yang belum beriman untuk segera berakidah tauhid dan meninggalkan sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala. Ajakan yang diungkapkan dengan santun tetapi tegas ini diolok-olok, seolah-olah mereka tidak tahu atau melecehkannya.

2. Mutaqalla bakum مُتَقَلَّبَكُم ْ (Muḥammad/47: 19)

Kata mutaqallab adalah isim makan (kata benda tempat) dari kata taqallaba-yataqallabu-taqall uban. Kata taqallab itu sendiri terbentuk dari kata qalaba-yaqlibu-qalban yang berarti membalik. Kata qallaba berarti membalik satu sisi ke sisi lain, sebagaimana dalam firman Allah, “Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.” (an-Nūr/24: 44). Kata qalb berarti hati, dan ia disebut demikian karena hati tidak bisa berada dalam satu kondisi, selalu berbolak-balik. Makna kata taqallaba dan derivasinya di dalam Al-Qur’an berkisar pada “berbolak-balik dari satu kondisi ke kondisi lain, dan dari satu tempat ke tempat lain”. Sebagaimana di dalam firman Allah, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.” (al-Baqarah/2: 144). Maksud kata mutaqallab pada ayat ini adalah berbagai aktivitas yang dilakukan manusia di siang hari. Makna ini digunakan di kebanyakan kitab-kitab tafsir, meskipun ada sedikit perbedaan redaksi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto