Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 18 - Surat Muḥammad (Nabi Muhammad)
محمّد
Ayat 18 / 38 •  Surat 47 / 114 •  Halaman 508 •  Quarter Hizb 51.5 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

فَهَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۚ فَقَدْ جَاۤءَ اَشْرَاطُهَا ۚ فَاَنّٰى لَهُمْ اِذَا جَاۤءَتْهُمْ ذِكْرٰىهُمْ

Fahal yanẓurūna illas-ā‘ata an ta'tiyahum bagtah(tan), faqad jā'a asyrāṭuhā, fa'annā lahum iżā jā'athum żikrāhum.

Apa lagi yang mereka (orang kafir) tunggu-tunggu selain hari Kiamat yang akan datang kepada mereka secara tiba-tiba karena tanda-tandanya sungguh telah datang? Maka, apa gunanya (kesadaran) mereka apabila (hari Kiamat) itu sudah datang?

Makna Surat Muhammad Ayat 18
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang munafik itu telah tertutup hatinya dari petunjuk Allah, ke-imanan mereka tidak dapat diharapkan lagi, maka bagi orang-orang munafik itu apalagi yang mereka tunggu-tunggu selain hari Kiamat, yang pasti datangnya dan akan datang hari yang dijanjikan itu kepada mereka secara tiba-tiba, karena tanda-tandanya, di antaranya kehadiran Nabi Muhammad sebagai Nabi penutup, sungguh telah datang. Maka apa gunanya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari Kiamat itu sudah datang? Tidak ada lagi gunanya kesadaran yang terlambat datangnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang-orang yang telah dicap dan dikunci mati hatinya sehingga tidak dapat lagi menerima kebenaran dan petunjuk adalah orang yang hidupnya sudah tidak lagi berfaedah. Mereka hanya menunggu-nunggu kematian dan kedatangan hari Kiamat yang datang secara tiba-tiba. Apabila hari Kiamat itu telah datang, dan memang telah terlihat tanda-tandanya, maka tidak ada lagi gunanya peringatan bagi mereka, dan Allah tidak akan menerima tobat mereka, bahkan tidak ada gunanya lagi iman dan amal bagi mereka. Allah berfirman:

وَجِايْۤ ءَ يَوْمَىِٕذٍۢ بِجَهَنَّمَۙ يَوْمَىِٕذٍ يَّتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ وَاَنّٰى لَهُ الذِّكْرٰىۗ ٢٣

Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; pada hari itu sadarlah manusia, tetapi tidak berguna lagi baginya kesadaran itu. (al-Fajr/89: 23)

Isi Kandungan Kosakata

1. Ānifan اٰنِفًا (Muḥammad/47: 16(

Kata ānifan artinya waktu terdekat yang telah lalu, atau biasanya disebut tadi. Pada ayat ini, kata tersebut disebutkan dalam rangka mengolok-olok atau melecehkan apa yang diucapkan Rasulullah saw. Pada suatu saat, beliau mengajak masyarakat yang belum beriman untuk segera berakidah tauhid dan meninggalkan sesembahan mereka yang berupa berhala-berhala. Ajakan yang diungkapkan dengan santun tetapi tegas ini diolok-olok, seolah-olah mereka tidak tahu atau melecehkannya.

2. Mutaqalla bakum مُتَقَلَّبَكُم ْ (Muḥammad/47: 19)

Kata mutaqallab adalah isim makan (kata benda tempat) dari kata taqallaba-yataqallabu-taqall uban. Kata taqallab itu sendiri terbentuk dari kata qalaba-yaqlibu-qalban yang berarti membalik. Kata qallaba berarti membalik satu sisi ke sisi lain, sebagaimana dalam firman Allah, “Allah mempergantikan malam dan siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat pelajaran yang besar bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan.” (an-Nūr/24: 44). Kata qalb berarti hati, dan ia disebut demikian karena hati tidak bisa berada dalam satu kondisi, selalu berbolak-balik. Makna kata taqallaba dan derivasinya di dalam Al-Qur’an berkisar pada “berbolak-balik dari satu kondisi ke kondisi lain, dan dari satu tempat ke tempat lain”. Sebagaimana di dalam firman Allah, “Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi.” (al-Baqarah/2: 144). Maksud kata mutaqallab pada ayat ini adalah berbagai aktivitas yang dilakukan manusia di siang hari. Makna ini digunakan di kebanyakan kitab-kitab tafsir, meskipun ada sedikit perbedaan redaksi.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto