
- Tentang
- Lirik
- Review
- Tracklist
- Komentar
You shout in your sleep
Perhaps the price is just too steep
Is your conscious at rest
If once put to the test?
You awake with a start
To just the beating of your heart
Just one man beneath the sky
Just two ears, just two eyes
Makna lirik lagu ini menggambarkan ketegangan dan perjuangan batin seseorang yang merasa t... tampilkan semua
You set sail across the sea
Long past thoughts and memories
Childhood′s end, your fantasies
Merge with harsh realities
And then as the sail is hoist
You find your eyes are growing moist
And all the fears never voiced
Say you have to make the final choice
Makna lirik lagu ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang yang meninggalkan masa l... tampilkan semua
Who are you and who am I
To say we know the reason why?
Some are born, some men die
Beneath one infinite sky
There'll be war, there′ll be peace
But everything one day will cease
All the iron turn to rust
All the proud men turn to dust
So all things time will mend
And so this song will end
Makna lirik lagu ini menyiratkan refleksi tentang keberadaan manusia dan sifat transisi ke... tampilkan semua
Mungkin harganya terlalu mahal
Apakah hatimu tenang
Jika pernah diuji?
Kau terbangun dengan kaget
Hanya suara detak jantungmu
Hanya satu man... tampilkan semua
Lagu Childhood's End karya Pink Floyd merupakan sebuah karya yang penuh makna dan refleksi mendalam mengenai eksistensi manusia dan perjalanan hidupnya. Melalui lirik yang kaya akan simbolisme, lagu ini mengajak pendengar untuk merenungkan berbagai aspek kehidupan, mulai dari ketakutan, harapan, hingga kenyataan yang tak terelakkan.
Makna dari Lirik yang Mendalam
Seperti yang tertulis dalam lirik, baris 'You shout in your sleep / Perhaps the price is just too steep' menyiratkan sebuah ketegangan dan ketidakpastian yang dialami seseorang saat menghadapi ketakutan dan tekanan batin. Kemudian, pertanyaan 'Is your conscious at rest / If once put to the test?' menunjukkan keraguan terhadap ketenangan dalam hati yang mungkin hanya ilusi, memunculkan pertanyaan tentang kedalaman kesadaran dan kejujuran terhadap diri sendiri.
Bagian selanjutnya, 'You awake with a start / To just the beating of your heart', menggambarkan kesadaran diri yang cepat dan tajam, seolah bangun dari mimpi atau ilusi tentang siapa diri kita sebenarnya. Kata-kata 'Just one man beneath the sky / Just two ears, just two eyes' mengingatkan bahwa kita hanya individu kecil di tengah luasnya alam semesta, dengan indera yang terbatas namun cukup untuk memahami kompleksitas kehidupan.
Perjalanan Melintasi Waktu dan Realitas
Bagian yang paling emosional dan puitis muncul pada baris 'You set sail across the sea / Long past thoughts and memories'. Melalui metafora pelayaran, lagu ini menggambarkan perjalanan batin manusia melintasi waktu, melewati masa lalu dan pikiran yang membekas, menuju suatu masa tenggelamnya dunia fantasi yang selama ini kita pegang erat, yakni 'Childhood's end, your fantasies / Merge with harsh realities'.
Pada momen ini, kita menyadari bahwa harapan dan khayalan masa kecil harus berhadapan dengan kenyataan keras di dunia dewasa. Sentimen ini dikuatkan oleh desahan emosional ketika 'And then as the sail is hoist / You find your eyes are growing moist', menandakan penyesalan, keharuan, atau ketakutan terhadap kenyataan yang tak terelakkan.
Lirik menyentuh aspek terdalam dari pertanyaan eksistensial manusia, seperti pada baris 'Say you have to make the final choice / Who are you and who am I / To say we know the reason why?'. Di sini, terkandung kesadaran akan ketidakpastian jawaban terhadap makna hidup dan identitas diri. Meski demikian, lagu menyiratkan bahwa pertanyaan ini adalah bagian dari perjalanan manusia itu sendiri.
Harapan, Kematian, dan Keabadian
Konsep siklus kehidupan dan kematian dikemas dalam baris 'Some are born, some men die / Beneath one infinite sky'. Melalui penggambaran langit yang tak berujung, Pink Floyd menyampaikan bahwa semua makhluk hidup hadir dan pergi di bawah naungan alam semesta yang agung dan abadi.
Selain itu, terdapat refleksi yang halus namun mendalam tentang kefanaan manusia: 'There'll be war, there'll be peace / But everything one day will cease'. Semua yang ada, termasuk peperangan dan perdamaian, pada akhirnya akan berakhir — meninggalkan kita dengan kesadaran akan ketidakkekalan segala sesuatu.
Kesimpulan dan Pesan Akhir
Di bagian penutup, bait 'All the iron turn to rust / All the proud men turn to dust / So all things time will mend / And so this song will end' mengandung pesan optimisme lalu fatalistik. Segala sesuatu yang keras dan megah pada akhirnya akan pudar dan kembali ke tanah. Waktu adalah penyembuh segala luka dan penutup segala cerita.
Secara keseluruhan, Childhood's End oleh Pink Floyd merupakan sebuah karya yang menyentuh tema-tema universal tentang kehidupan, kematangan, dan kefanaan manusia. Dengan lirik yang penuh simbolisme dan makna mendalam, lagu ini mengajak kita untuk merenungkan identitas diri, arti kehidupan, dan kenyataan yang harus kita hadapi, sekaligus mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini bersifat sementara dan fana.































