Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 16 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 16 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.5 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Wa laqad khalaqnal-insāna wa na‘lamu mā tuwaswisu bihī nafsuh(ū), wa naḥnu aqrabu ilaihi min ḥablil-warīd(i).

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Makna Surat Qaf Ayat 16
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah mengetahui apa yang dibisikkan oleh manusia dan tidak ada sesuatu pun yang samar atau tersembunyi bagi-Nya. Dan sungguh, Kami, yakni Allah dengan kuasa-Nya bersama ibu bapak yang dijadikannya sebagai perantara telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. Yakni Allah Maha Mengetahui keadaan manusia walau yang paling tersembunyi sekali pun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa Dia telah menciptakan manusia dan berkuasa penuh untuk menghidupkannya kembali pada hari Kiamat dan Ia tahu pula apa yang dibisikkan oleh hatinya, baik kebaikan maupun kejahatan. Bisikan hati ini (dalam bahasa Arab) dinamakan ḥadīsun nafsi. Bisikan hati tidak dimintai pertanggungjawaban kecuali jika dikatakan atau dilakukan.

Allah swt lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri. Ibnu Mardawaih telah meriwayatkan sebuah hadis dari Abū Sa‘īd bahwa Nabi saw bersabda:

نَزَلَ اللّٰهُ مِنِ ابْنِ اٰدَمَ أَرْبَعَ مَنَازِلَ هُوَ اَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الوَرِيْدِ هُوَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَهُوَ اٰخِدٌ بِنَاصِيَةِ كُلِّ دَابَّةٍ وَهُوَ مَعَهُمْ أَيْنَمَا كَانُوْا. (رواه ابن مردويه)

Allah dekat kepada manusia (putra Adam) dalam empat keadaan; Ia lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya. Ia seolah-olah dinding antara manusia dengan hatinya. Ia memegang setiap binatang pada ubun-ubunnya, dan Ia bersama dengan manusia di mana saja mereka berada. (Riwayat Ibnu Mardawaih)

Isi Kandungan Kosakata

Ḥablul Warīd حَبْلُ الْوَرِيْد (Qāf/50: 16)

Al-Ḥablu adalah apa saja yang menyambungkan sesuatu dengan yang lainnya. Sedangkan al-warīd berarti urat leher atau pembuluh darah. Kata ḥablul warīd menggambarkan sesuatu yang sangat penting yang ada di tubuh manusia, yaitu pembuluh darah yang mungkin tidak bisa dirasakan keha-dirannya karena tidak terlihat oleh manusia itu sendiri meskipun pembuluh darah itu dekat sekali dengan manusia, bahkan menyatu dengan tubuhnya. Demikian juga dengan kedekatan Allah dan kehadiran-Nya melalui penge-tahuan-Nya di mana manusia tidak merasakannya. Kata ḥablul warīd di ayat ini merupakan suatu kiasan tentang pengetahuan Allah yang melingkupi manusia sampai pada hal-hal yang tersembunyi sekalipun seperti pembuluh darah. Pengetahuan Allah kepada makhluk-Nya meliputi segalanya yang ada pada manusia itu, bahkan sampai bisikan hatinya dan memori yang berada dalam ambang sadarnya. Quraish Shihab menyatakan bahwa kiasan di atas tidak dipahami bahwa Allah menyatu dengan diri manusia, tetapi kede-katan yang dimaksud adalah kedekatan ilmu-Nya. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa kedekatan itu dalam bentuk kekuasaan-Nya. Kalau pembuluh darah manusia yang menyalurkan darah yang sangat penting ke seluruh tubuh manusia itu sangat besar perannya bagi kehidupan manusia, maka kuasa Allah jauh lebih besar dari pembuluh darah itu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto