اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ
Iż yatalaqqal-mutalaqqiyāni ‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli qa‘īd(un).
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.
Ingatlah ketika dua malaikat mencatat perbuatan manusia, yang satu duduk di sebelah kanan, yaitu malaikat yang mencatat kebaikan dan yang lain di sebelah kiri, yaitu malaikat yang mencatat kejahatan.
Allah menerangkan bahwa walaupun Ia mengetahui setiap perbuatan hamba-hamba-Nya, namun Ia memerintahkan dua malaikat untuk mencatat segala ucapan dan perbuatan hamba-hamba-Nya, padahal Ia sendiri lebih dekat dari pada urat leher manusia itu sendiri. Malaikat itu ada di sebelah kanan mencatat kebaikan dan yang satu lagi di sebelah kirinya mencatat kejahatan.
Ḥablul Warīd حَبْلُ الْوَرِيْد (Qāf/50: 16)
Al-Ḥablu adalah apa saja yang menyambungkan sesuatu dengan yang lainnya. Sedangkan al-warīd berarti urat leher atau pembuluh darah. Kata ḥablul warīd menggambarkan sesuatu yang sangat penting yang ada di tubuh manusia, yaitu pembuluh darah yang mungkin tidak bisa dirasakan keha-dirannya karena tidak terlihat oleh manusia itu sendiri meskipun pembuluh darah itu dekat sekali dengan manusia, bahkan menyatu dengan tubuhnya. Demikian juga dengan kedekatan Allah dan kehadiran-Nya melalui penge-tahuan-Nya di mana manusia tidak merasakannya. Kata ḥablul warīd di ayat ini merupakan suatu kiasan tentang pengetahuan Allah yang melingkupi manusia sampai pada hal-hal yang tersembunyi sekalipun seperti pembuluh darah. Pengetahuan Allah kepada makhluk-Nya meliputi segalanya yang ada pada manusia itu, bahkan sampai bisikan hatinya dan memori yang berada dalam ambang sadarnya. Quraish Shihab menyatakan bahwa kiasan di atas tidak dipahami bahwa Allah menyatu dengan diri manusia, tetapi kede-katan yang dimaksud adalah kedekatan ilmu-Nya. Ada juga ulama yang menyatakan bahwa kedekatan itu dalam bentuk kekuasaan-Nya. Kalau pembuluh darah manusia yang menyalurkan darah yang sangat penting ke seluruh tubuh manusia itu sangat besar perannya bagi kehidupan manusia, maka kuasa Allah jauh lebih besar dari pembuluh darah itu.
















































