اِنَّا نَحْنُ نُحْيٖ وَنُمِيْتُ وَاِلَيْنَا الْمَصِيْرُۙ
Innā naḥnu nuḥyī wa numītu wa ilainal-maṣīr(u).
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan kepada Kamilah kembalinya (seluruh makhluk).
Sungguh, Kami yang menghidupkan manusia di dunia dan mematikan manusia pada waktu yang ditentukan, dan kepada Kami tempat kembali semua makhluk untuk menerima pembalasan atas amal perbuatannya.
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sesungguhnya Allah-lah yang meng-hidupkan manusia di dunia dan mematikan mereka ketika tiba ajalnya masing-masing, dan hanya Allah-lah tempat kembali semua makhluk untuk menerima balasan amalnya.
1. Maḥīṡ مَحِيْصٍ (Qāf/50: 36)
Kata maḥīṡ adalah isim makān (kata benda tempat) dari kata ḥāṡa-yaḥīṡu-ḥai an yang berarti menjauh dari sesuatu. Kalimat ḥāṡa al-farsu berarti kuda itu melarikan diri. Jadi, yang dimaksud dengan kata maḥiṡ di sini adalah tempat berlari. Al-Qur’an menggunakan kata ini sebanyak lima kali, dan seluruhnya menunjukkan arti yang sama, yaitu tempat berlari dari azab Allah.
2. Lugūb لُغُوْبٍ (Qāf/50: 38)
Kata lugūb adalah kata jadian yang terbentuk dari kata lagaba-yalgabu-lugūban yang berarti “letih”. Darinya diambil kata kalām lagb yang berarti “ucapan yang tidak benar dan tidak bertujuan.” Disebut demikian karena ucapan itu hanya membuat letih empunya. Al-Qur’an menggunakan kata ini sebanyak dua kali, dan pada konteks ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia tidak pernah merasakan letih pada waktu menciptakan alam semesta.















































