Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 28 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 28 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 519 •  Quarter Hizb 52.75 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

قَالَ لَا تَخْتَصِمُوْا لَدَيَّ وَقَدْ قَدَّمْتُ اِلَيْكُمْ بِالْوَعِيْدِ

Qāla lā takhtaṣimū ladayya wa qad qaddamtu ilaikum bil-wa‘īd(i).

(Allah) berfirman, “Janganlah bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh, dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu.

Makna Surat Qaf Ayat 28
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kepada setan yang menyertainya itu Allah berfirman, “Janganlah kamu bertengkar di hadapan-Ku dan sungguh dahulu Aku telah memberikan ancaman kepadamu. Tetapi engkau mengabaikan ancamanku, maka berlakulah hukuman-Ku kepadamu.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah berfirman kepada manusia dan setan yang menyesatkannya agar mereka tidak bertengkar di hadapan Allah, karena Dia telah cukup mem-beri petunjuk dengan wahyu, al-Kitab, kepada para rasul, disertai dengan hujjah-hujjah yang nyata dan telah memberi ancaman kepadanya.”

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Atīd عَتِيْدٌ (Qāf/50: 23)

Berasal dari kata ‘itad, yang bermakna menyimpan atau menyediakan sesuatu sebelum sesuatu itu dibutuhkan sebagai persiapan. Al-‘atīd bermak-na menyiapkan atau yang disiapkan seperti pada ayat ini. Ada ulama yang berpendapat bahwa Raqib dan ‘Atid adalah pengawas yang selalu hadir bagi manusia. Ada juga ulama yang memahami ‘Atid sebagai nama malaikat yang mencatat perbuatan buruk manusia, sedangkan Raqib adalah malaikat yang mencatat perbuatan baik manusia. Kedua makna ini bisa digabung sehingga berfungsi sebagai dua malaikat pengawas yang selalu hadir bersama manusia.

2. Al-‘Anīd العَنِيْد (Qāf/50: 24)

Al-‘Anīd artinya orang yang mengagumi dirinya atau sombong dan orang yang selalu menentang kebenaran dan keras kepala. Sifat orang kafir yang di-gambarkan sebagai keras kepala merupakan dampak buruk dari kekafiran. Penolakan terhadap kebenaran yang ada di hadapannya menjadikan mereka bersifat keras kepala. Sifat keras kepala menyebabkan ia enggan me-lakukan kebajikan, sehingga akhirnya ia menjadi orang yang aniaya terha-dap orang lain dengan mencegah mereka melakukan kebajikan dan aniaya terhadap dirinya sendiri dengan kekafirannya kepada Allah dan rasul-Nya.

3. Murīb مُرِيْبٍ (Qāf/50: 25)

Asal katanya adalah ar-raib, artinya menyangka sesuatu dengan sesuatu hal yang lain atau meragukan sesuatu. Ayat ini menjelaskan sikap orang-orang kafir yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya (Qāf/50: 24) bahwa mereka bersikap keras kepala dan aniaya terhadap orang lain dengan cara menghalangi manusia menerima kebenaran dan berbuat kebajikan dengan jalan menanamkan keraguan pada hati mereka. Orang-orang yang bersikap seperti ini akan diazab Allah di akhirat dan dimasukkan ke api neraka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto