Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 5 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 5 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 518 •  Quarter Hizb 52.5 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

بَلْ كَذَّبُوْا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاۤءَهُمْ فَهُمْ فِيْٓ اَمْرٍ مَّرِيْجٍ

Bal każżabū bil-ḥaqqi lammā jā'ahum fahum fī amrim marīj(in).

Bahkan, mereka mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya. Maka, mereka berada dalam keadaan kacau balau.

Makna Surat Qaf Ayat 5
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Akan tetapi mereka tetap saja mengingkari kebangkitan itu, meskipun bukti-bukti telah dijelaskan. Bahkan mereka telah mendustakan kebenaran, yakni kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Nabi Muhammad, ketika kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau. Mereka sebenarnya mengetahui kebenaran, tetapi mengingkarinya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesungguhnya mereka telah mendustakan kerasulan Muhammad saw, Rasul yang diperkuat dengan mukjizat. Bila mereka mendustakan berita-berita yang dibawa oleh Rasulullah saw hal itu lebih mengakibatkan celaka karena telah memutuskan hubungan antara Allah dengan rasul-Nya yang paling terhormat dan dicintai sebagai Sayyidul-Mursalīn.

Karena itu mereka terus-menerus berada dalam keadaan kacau-balau. Mereka mengingkari kerasulan dari kalangan manusia dan mereka beranggapan bahwa yang patut menjadi utusan Allah itu hanyalah mereka yang mempunyai kedudukan dan keturunan yang tinggi. Ucapan mereka itu disebut oleh Allah dalam firman-Nya:

وَقَالُ ْا لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْن ِ عَظِيْمٍ

Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpe-ngaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?” (az-Zukhruf/43: 31)

Lebih celaka lagi karena mereka memandang Nabi itu sebagai seorang tukang sihir, dukun atau orang gila. Ucapan dan pandangan mereka itu menunjukkan bahwa mereka tidak tetap dalam pendirian, tidak tahu apa yang mereka ucapkan dan pikiran mereka selalu kacau-balau.

Isi Kandungan Kosakata

Raj‘un Ba‘īdun رَجْعٌ بَعِيْدٌ (Qāf/50: 3)

Kata raj‘un ba‘īd terdiri dari dua kata, yaitu raj‘ dan ba‘īd. Kata raj‘ merupakan bentuk maṡdar dari derivasi kata raja‘a-yarji‘u yang berarti kem-bali. Sedangkan kata ba‘īd berarti jauh. Dengan demikian, dalam konteks ayat ini kata raj‘un ba‘īd bermakna “suatu pengembalian yang tidak mungkin terjadi.” Maksudnya, Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir yang mengingkari kenabian Nabi Muhammad dan hari kebangkitan setelah meninggal dan dibangkitkan lagi mereka akan menyesal dan tidak akan mungkin kembali seperti semula sebagaimana mereka hidup di dunia.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto