Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 6 - Surat Qāf (Qaf)
قۤ
Ayat 6 / 45 •  Surat 50 / 114 •  Halaman 518 •  Quarter Hizb 52.5 •  Juz 26 •  Manzil 7 • Makkiyah

اَفَلَمْ يَنْظُرُوْٓا اِلَى السَّمَاۤءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنٰهَا وَزَيَّنّٰهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوْجٍ

Afalam yanẓurū ilas-samā'i fauqahum kaifa banaināhā wa zayyanāhā wa mā lahā min furūj(in).

Apakah mereka tidak memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya dan menghiasinya tanpa ada retak-retak padanya sedikit pun?

Makna Surat Qaf Ayat 6
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah Allah menyebutkan bahwa orang-orang kafir itu menganggap tidak mungkin terjadinya kebangkitan setelah mati, maka dilanjutkan pada ayat ini dengan menyebutkan dalil-dalil yang membantah perkataan mereka. Maka tidakkah mereka memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana cara Kami membangunnya, menciptakan dan meninggikannya, dan menghiasinya dengan bintang-bintang, dan tidak terdapat pada langit itu retak-retak sedikit pun yang menjadikannya cacat?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memerintahkan kepada orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan agar mereka memandang ke langit yang ada di atas mereka untuk dijadikan bahan pemikiran, bagaimana Allah telah meninggikan langit itu tanpa tiang dan menghiasnya dengan berbagai bintang yang gemerlapan, sedangkan langit itu tidak retak sedikit pun. Dari segi ilmu pengetahuan, menurut penemuan terakhir dinyatakan bahwa langit itu merupakan benda kolosal yang homogen yang tidak dilapisi dengan benda-benda yang retak dan kosong, akan tetapi padat diisi dengan sejenis benda halus yang bernama ether (al-aṡīr) dan benda yang halus ini diketahui karena menjadi tempat lalu lintasnya nūr atau cahaya. Di antara bintang-bintang itu, ada yang jauhnya dari bumi dengan jarak kecepatan cahaya dalam masa lebih dari satu juta setengah tahun, sedangkan matahari kita sendiri jauhnya dari bumi hanya dengan jarak kecepatan cahaya selama delapan menit dan delapan belas detik. Silakan membayangkan betapa jauhnya sebagian bintang yang ada di angkasa itu. Cahaya yang dipancarkan oleh bintang itu ke bumi melalui ether itu dan seandainya benda halus itu tidak ada, tentu cahayanya akan terputus. Oleh karena itu, dalam ayat ini dinyatakan bahwa langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun.

Isi Kandungan Kosakata

‘Abdun Munīb عَبْدٌ مُنِيْب (QĀf/50: 8)

Secara kebahasaan kata ‘abdun munīb terdiri dari dua kata, yaitu kata ‘abd dan munīb. Kata ‘abd secara etimologi berarti seorang hamba atau pengabdi. Sedangkan kata munīb merupakan isim fā‘il (subjek) dari derivasi kata anāba-yunību yang berarti yang kembali. Dengan demikian, kata ‘abdun munīb yang berada pada surah Qāf ayat 8 tersebut bermakna, “Seorang hamba yang kembali (tunduk dan berpikir akan kekuasaan Allah).” Maksudnya, kejadian-kejadian di dunia ini dapat menjadi bukti nyata akan kebenaran datangnya hari kebangkitan, dan bukti-bukti nyata tersebut akan dimengerti hanya oleh orang-orang yang kembali mengingat Allah dan mempunyai kesadaran berpikir yang tinggi akan kekuasaan Allah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto