Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 29 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 29 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 431 •  Quarter Hizb 44 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Wa yaqūlūna matā hāżal-wa‘du in kuntum ṣādiqīn(a).

Mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji ini jika kamu orang-orang benar?”

Makna Surat Saba' Ayat 29
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Walau Nabi Muhammad terus berusaha meyakinkan tentang risalahnya, kaum kafir tetap mengingkarinya. Mereka juga mengingkari hari Kiamat, dan mereka berkata, “Kapankah janji untuk mendatangkan hari kiamat ini dilaksanakan, jika kamu orang yang benar?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa kaum musyrik menentang Nabi Muhammad sebagai pembawa berita gembira bagi orang mukmin dan pemberi peringatan bagi kaum yang ingkar. Nabi Muhammad menerangkan kepada mereka bahwa keadilan Allah bukan hanya berlaku di dunia saja, tetapi mencakup keadilan di akhirat. Semua perbuatan manusia akan dibalas dengan balasan yang setimpal. Mereka mengolok-olok ucapan Nabi saw dan mengatakan bahwa hari Kiamat tidak mungkin terjadi dan tidak mungkin akan terjadi. Mereka berkata kepadanya dengan nada mengejek, “Kalau benar kiamat yang dijanjikan Tuhanmu itu benar akan terjadi, maka terangkanlah kepada kami kapan akan terjadi.” Bahkan pada ayat lain diterangkan bahwa mereka menantang Nabi Muhammad supaya kedatangan hari Kiamat itu disegerakan saja, sebagaimana disebut dalam firman Allah:

يَسْتَعْجِ لُ بِهَا الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهَاۚ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مُشْفِقُوْنَ مِنْهَاۙ وَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهَا الْحَقُّ ۗ اَلَآ اِنَّ الَّذِيْنَ يُمَارُوْنَ فِى السَّاعَةِ لَفِيْ ضَلٰلٍۢ بَعِيْدٍ ١٨ (الشورى)

Orang-orang yang tidak percaya adanya hari kiamat meminta agar hari itu segera terjadi, dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar telah tersesat jauh. (asy-Syūrā/42: 18)

Ejekan dan tantangan mereka itu menunjukkan ketidaktahuan mereka tentang tugas Nabi Muhammad sebagai rasul, dan mereka tidak mengetahui batas-batas tugasnya. Rasul itu hanya seorang manusia yang ditugaskan Allah menyampaikan risalah. Dia bukan orang yang berkuasa dan mempunyai ilmu seperti Tuhannya. Ilmu dan kekuasaannya terbatas pada apa yang diberikan Allah kepadanya. Kalau ditanyakan kepadanya tentang hal-hal yang gaib, dia tentu tidak akan dapat menjelaskannya kecuali bila Allah telah memberitahukan kepadanya. Kalau diminta kepadanya agar diturunkan azab atau disegerakan datangnya hari Kiamat, maka hal itu berada di luar kemampuannya.

Isi Kandungan Kosakata

Kāffah كَافَّـة (Saba’/34: 28)

Kata kāffah berasal dari kata kaffa. Arti asalnya adalah apa-apa yang digenggam atau dibentangkan telapak tangan. Kemudian makna ini meluas menjadi sesuatu yang dihalangi oleh tangan atau tidak. Rajul makfūf artinya laki-laki yang tidak bisa melihat, seakan-akan matanya tertutup oleh tangannya. Ha dalam kāffah adalah mubalagah seperti lafal ‘allām menjadi ‘allāmah. Dalam Al-Qur’an lafal kāffah terulang sebanyak lima kali, kesemuanya diartikan dengan kelompok atau jamaah seperti firman Allah: Qātilu al-musyrikīn kāffah. Lebih jauh lafal ini mengandung arti keuniversalan atau keseluruhan. Risalah Nabi Muhammad bersifat kāffah, menyeluruh untuk semua umat manusia (wa mā arsalnāka illā kāffah linnāsi). Dari sini, kāffah juga memiliki arti tidak setengah-setengah, muslim dituntut masuk Islam secara kāffah (udkhulū fi as-silmi kāffah) artinya dalam menjalankan syariat Islam seorang Muslim haruslah mengamalkan ajarannya secara menyeluruh, tidak setengah-setengah.

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad bersifat universal. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia sampai hari Kiamat. Tidak seperti nabi-nabi terdahulu, di mana risalah yang mereka bawa bersifat lokal atau hanya untuk kaumnya saja. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang diutus oleh Allah. Tentunya sebagai risalah terakhir, memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman sampai hari Kiamat nanti.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto