Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 30 - Surat Saba' (Saba')
سبأ
Ayat 30 / 54 •  Surat 34 / 114 •  Halaman 431 •  Quarter Hizb 44 •  Juz 22 •  Manzil 5 • Makkiyah

قُلْ لَّكُمْ مِّيْعَادُ يَوْمٍ لَّا تَسْتَأْخِرُوْنَ عَنْهُ سَاعَةً وَّلَا تَسْتَقْدِمُوْنَ ࣖ

Qul lakum mī‘ādu yaumil lā tasta'khirūna ‘anhu sā‘ataw wa lā tastaqdimūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari Kiamat). Kamu tidak dapat meminta penundaan sesaat pun dan tidak pula percepatan.”

Makna Surat Saba' Ayat 30
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Bagimu ada hari yang telah dijanjikan, yakni hari Kiamat. Ketika hari itu tiba, kamu tidak dapat meminta penundaan atau percepatannya walau sesaat pun.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sebagai jawaban atas keingkaran dan tantangan kaum musyrik itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad menegaskan kepada mereka bahwa hari Kiamat itu pasti terjadi pada waktu yang telah ditentukan Allah. Bila waktunya sudah tiba, kiamat itu tidak dapat diundurkan atau dimajukan walau sesaat pun. Oleh sebab itu, mereka harus berhati-hati, selalu waspada, dan bersiap-siap dengan iman dan amal saleh. Jika waktu kiamat sudah datang, tidak ada kesempatan lagi bagi seseorang untuk bertobat dan dia akan menyesal kelak bila melihat azab yang disediakan bagi orang yang ingkar.

Isi Kandungan Kosakata

Kāffah كَافَّـة (Saba’/34: 28)

Kata kāffah berasal dari kata kaffa. Arti asalnya adalah apa-apa yang digenggam atau dibentangkan telapak tangan. Kemudian makna ini meluas menjadi sesuatu yang dihalangi oleh tangan atau tidak. Rajul makfūf artinya laki-laki yang tidak bisa melihat, seakan-akan matanya tertutup oleh tangannya. Ha dalam kāffah adalah mubalagah seperti lafal ‘allām menjadi ‘allāmah. Dalam Al-Qur’an lafal kāffah terulang sebanyak lima kali, kesemuanya diartikan dengan kelompok atau jamaah seperti firman Allah: Qātilu al-musyrikīn kāffah. Lebih jauh lafal ini mengandung arti keuniversalan atau keseluruhan. Risalah Nabi Muhammad bersifat kāffah, menyeluruh untuk semua umat manusia (wa mā arsalnāka illā kāffah linnāsi). Dari sini, kāffah juga memiliki arti tidak setengah-setengah, muslim dituntut masuk Islam secara kāffah (udkhulū fi as-silmi kāffah) artinya dalam menjalankan syariat Islam seorang Muslim haruslah mengamalkan ajarannya secara menyeluruh, tidak setengah-setengah.

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad bersifat universal. Beliau diutus untuk seluruh umat manusia sampai hari Kiamat. Tidak seperti nabi-nabi terdahulu, di mana risalah yang mereka bawa bersifat lokal atau hanya untuk kaumnya saja. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang diutus oleh Allah. Tentunya sebagai risalah terakhir, memiliki keunggulan-keunggulan yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman sampai hari Kiamat nanti.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto