ذٰلِكَ جَزَيْنٰهُمْ بِمَا كَفَرُوْاۗ وَهَلْ نُجٰزِيْٓ اِلَّا الْكَفُوْرَ
Żālika jazaināhum bimā kafarū, wa hal nujāzī illal-kafūr(a).
Demikianlah, Kami balas mereka karena kekafirannya. Kami tidak menjatuhkan azab, kecuali hanya kepada orang-orang yang sangat kufur.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka dengan menjatuhkan hukuman tersebut karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab yang demikian itu melainkan hanya kepada orang yang sangat kafir dan mengingkari nikmat-nikmat-Nya.
Demikianlah sunatullah telah berlaku terhadap kaum Saba’ sebagaimana yang berlaku bagi umat-umat yang sombong dan durhaka sebelumnya, tidak mau menerima kebenaran, serta selalu menolak dan membangkang terhadap ajaran Allah yang dibawa oleh para rasul-Nya. Demikianlah Allah menimpakan azab dan malapetaka kepada kaum kafir yang mengingkari dan tidak bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan kepada mereka.
Sail al-‘arimi سَيْلَ الْعَرِمِ (Saba’/34: 16)
Sail terambil dari akar kata sāla-yasīlu-sailan ‘mengalir’. Sail adalah maṣdar (infinitive)-nya yang kemudian menjadi kata benda, yang berarti “banjir”. Al-‘Arim berasal dari kata ‘arama-ya‘rumu-‘araman maknanya “keluar dari alirannya dengan hebat”. Sail al-‘arim adalah banjir hebat yang disebabkan oleh runtuhnya Bendungan Ma’rib di Yaman pada masa kerajaan Saba’.
















































