جَنّٰتِ عَدْنٍ مُّفَتَّحَةً لَّهُمُ الْاَبْوَابُۚ
Jannāti ‘adnim mufattaḥatal lahumul-abwāb(u).
(Yaitu) surga ‘Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka.
Itulah surga ‘Adn, tempat tinggal yang kekal yang pintu-pintunya terbuka lebar bagi mereka, menyambut kedatangan mereka.
Pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu surga ‘Adn selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya luas yang mengagumkan, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana lingkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang memesonakan, yang belum pernah terlihat sebelumnya, belum pernah terngiang di telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.
Di dalam surga itu keinginan mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.
Sebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari segala kenikmatan. Kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman sebagai kenikmatan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Mekah pada waktu itu.
Kalau disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam jenisnya, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu, mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh perempuan-perempuan surga yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua perempuan surga sama-sama cantiknya dan semuanya remaja.
Qāṣirāt aṭ-Ṭarf قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ (Ṣād/38: 52)
Term qāṣirāt aṭ-ṭarf terdiri dari dua kata, yaitu qāṣirāt dan ṭarf. Yang pertama merupakan bentuk jamak dari qāṣirah yang menunjuk bentuk feminin. Kata ini berasal dari kata kerja qaṣara-yaqṣuru yang memiliki arti bermacam-macam tergantung konteks kalimatnya. Di antara maknanya adalah kurang, murah, diam, membuat pendek, terhenti, terbatas, dan lain sebagainya. Dengan demikian, qāṣirah dapat diartikan sebagai yang terbatas.
Sedang yang kedua (aṭ-ṭarf) dari kata kerja ṭarafa-yaṭrifu yang artinya menyolok (mata). Namun aṭ-ṭarf dalam ayat ini artinya adalah mata, dan yang dimaksud pandangan. Dengan demikian, qāṣirāt aṭ-ṭarf adalah mereka (yaitu perempuan-perempuan surga) yang memiliki pandangan terbatas, yaitu hanya pada pasangan-pasangannya saja, dan tidak memandang kepada yang lain.











































