هٰذَا ۗوَاِنَّ لِلطّٰغِيْنَ لَشَرَّ مَاٰبٍۙ
Hāżā, wa inna liṭ-ṭāgīna lasyarra ma'āb(in).
Inilah (kenikmatan bagi orang yang bertakwa). Sesungguhnya bagi orang-orang yang melampaui batas benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk.
Bila Allah menyediakan surga beserta segala kenikmatan di dalamnya bagi orang yang taat, maka Allah menyediakan jahanam bagi orang yang durhaka terhadap risalah Allah. Beginilah karunia Allah kepada orang-orang yang bertakwa. Dan sungguh, bagi orang-orang yang durhaka terhadap perintah Allah dan rasul-Nya di dunia pasti di akhirat nanti disediakan tempat kembali yang buruk.
Pada ayat ini diterangkan keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.
Dalam ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman:
لَهُمْ مِّنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَّمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ ٤١
Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (al-A‘rāf/7: 41)
1. Li aṭ-Ṭāgīn لِلطَّاغِيْنَ (Ṣād/38: 55)
Term li aṭ-ṭāgīn terdiri dari dua kata, yaitu li dan aṭ-ṭāgīn. Yang pertama (li) merupakan kata depan yang bersifat posesif dengan arti bagi. Sedang yang kedua (aṭ-ṭāgīn) merupakan bentuk fa‘il dari kata kerja ṭagā-yaṭgā, yang artinya berlebih-lebihan dalam kemungkaran. Dengan demikian li aṭ-ṭāgīn dapat diartikan bagi orang-orang yang berlebih-lebihan atau kelewat- batas dalam berbuat maksiat. Bagi mereka yang seperti ini hanya akan mendapat tempat yang paling buruk di akhirat kelak.
2. Ḥamīm wa Gassāq حَمِيْمٌ وَغَسَّاقٌ (Ṣād/38: 57)
Kata ḥamīm yang berarti air sangat panas berasal dari ḥamma-yaḥummu-ḥamman dan ḥamāman yang artinya panas.
Sedangkan kata gassāq terambil dari kata gasaqa yang biasa digunakan dalam arti mengalirnya cairan atau nanah dari luka. Atas dasar itu ia dipahami oleh banyak ulama dalam arti nanah. Ada juga yang memahaminya dalam arti air yang sangat dingin.
Jadi makna ḥamīm dan gassāq dalam ayat 57 Surah Ṣād tersebut adalah air yang sangat panas dan cairan nanah, atau air yang sangat panas dan sangat dingin, sebagai balasan atas para pendurhaka di dalam neraka.














































