Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
User Photo Profile
Al-Quran
Ayat 43 - Surat Ṣād (Ṣād )
صۤ
Ayat 43 / 88 •  Surat 38 / 114 •  Halaman 456 •  Quarter Hizb 46.25 •  Juz 23 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَوَهَبْنَا لَهٗٓ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنَّا وَذِكْرٰى لِاُولِى الْاَلْبَابِ

Wa wahabnā lahū ahlahū wa miṡlahum ma‘ahum raḥmatam minnā wa żikrā li'ulil-albāb(i).

Kami anugerahkan (pula) kepadanya (Ayyub) keluarganya dan (Kami lipat gandakan) jumlah mereka sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat.656)

Makna Surat Sad Ayat 43
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kami sembuhkan penyakit Nabi Ayyub dan setelah itu Kami anugerahi dia kebahagiaan berkumpul kembali bersama keluarganya yang lama terpisah dan Kami lipatgandakan jumlah mereka sehingga keluarga serta pengikutnya bertambah banyak. Kami anugerahkan hal itu sebagai rahmat dari Kami bagi orang yang berbuat baik dan sabar dalam menerima cobaan, dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat serta meyakini kemurahan dan rahmat Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi. Kemudian dari bumi itu memancar mata air yang sejuk. Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum dengan air itu. Seketika itu, Allah menyembuhkan penyakitnya seakan-akan tidak pernah sakit sebelumnya.

Kemudian ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar, dan mereka akhirnya dapat menyebarkan keturunan yang banyak, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.

Pada akhir ayat, Allah menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik. Hal ini juga menjadi contoh bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat melelahkan, tetapi bila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti dapat diraih. Pengalaman berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Urkuḍ اُرْكُضْ (Ṣād/38: 42)

Urkuḍ berasal dari kata kerja rakaḍa-yarkuḍu, yang artinya menggerakkan atau menghentakkan kaki. Dengan demikian, urkuḍ (kata perintah) dapat diartikan sebagai hentakkan kakimu. Kata ini selalu berkaitan dengan kaki, sehingga penyebutan kata kaki sesudahnya merupakan penguat kalimat. Ungkapan demikian seperti ketika Allah berfirman, “Wa lā ṭā’irin yaṭīru bi janaiḥaihi (dan tidak satu burung pun yang terbang dengan kedua sayapnya). Burung yang terbang pasti dengan kedua sayapnya. Karena itu penyebutan kedua sayap merupakan kata penguat dari frase sebelumnya.

2. Ḍigṡan ضِغْثًا (Ṣād/38: 44)

Ḍigṡan berasal dari kata ḍagaṡa-yaḍgaṡu, yang artinya campur, berkumpul, atau mencuci. Dalam ayat ini, ḍigṡan diartikan sebagai sekumpulan rumput yang disatukan, atau seikat rumput. Kata ini digunakan dalam ayat tersebut untuk menunjuk pada peristiwa Nabi Ayub yang telah bersumpah akan memukul salah seorang anggota keluarganya (ada riwayat yang menyatakan bahwa yang bersalah itu istrinya dan akan dipukul seratus kali). Kemudian beliau menyesali sumpahnya, sedang dalam syariat agamanya tidak dikenal kaffarat (tebusan pengganti) sebagaimana dalam syariat Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, Allah memberi jalan keluar agar ia tidak melanggar sumpahnya, yaitu dengan mengambil seikat rumput sebanyak yang disumpahkannya untuk dipukulkan kepada keluarganya yang salah itu. Dengan demikian, Nabi Ayub dapat melaksanakan sumpahnya dengan cara yang tidak menyakitkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto