Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform

Full Sinopsis & Tema Plot Film Salò o le 120 giornate di Sodoma (1976)

Movie Poster
  • Plot
  • Sinopsis
  • Tema
  • Penjelasan
  • Komentar
Rangkuman Plot Utama
  • Film terbagi menjadi empat bagian yang terinspirasi dari karya Dante, menunjukkan perjalanan kekejaman manusia secara kronologis dan simbolis.
  • Menampilkan kekerasan ekstrem, termasuk pelecehan, pelecehan seksual, dan pembunuhan terhadap korban muda yang dipaksa dan dipertontonkan sebagai objek kekuasaan.
  • Menggambarkan kekejaman psikologis dan fisik dalam bentuk ritual, bohong, penyiksaan, dan pelecehan yang tak berperasaan.
  • Penggunaan simbolisme dan elemen kontemporer untuk mengkritik kekuasaan absolut dan ideologi totaliter.
  • Akhir film menunjukkan keputusasaan dan kesadaran akan kejahatan yang mereka lakukan, diikuti dengan bunuh diri salah satu tokoh.
  • Film sebagai karya satir dan kritik keras terhadap kekejaman rezim fasis dan manusia yang kehilangan kemanusiaan.
Full Sinopsis Lengkap

Film Salò o le 120 giornate di Sodoma adalah karya yang penuh kekerasan dan kontroversi, mengisahkan sekelompok tokoh berkuasa di Republik Salò yang melakukan perayaan kekejaman terhadap sejumlah korban muda.

Dalam empat bagian, film ini menggambarkan perjalanan dari kekuasaan, maniakisme, hingga kekerasan ekstrem yang dilakukan oleh para pejabat dan pendukungnya. Bagian pertama, Ante Inferno/Antinferno, menampilkan para bangsawan dan pejabat yang merencanakan ritual kekejaman, termasuk penangkapan dan pemaksaan terhadap korban muda di sebuah istana near Marzabotto.

Bagian kedua, Circle of Manias/Girone delle Manie, memperlihatkan eksploitasi sadis para pelaku terhadap korban, termasuk kekerasan, perkosaan, dan persekusi, di mana korban dipermainkan dan dipaksa menjalani tindakan keji, seperti pernikahan paksa dan pelecehan seksual.

Bagian ketiga, Circle of Shit/Girone della Merda, menggambarkan kekerasan yang lebih kejam dan penghinaan, termasuk insiden pemaksaan makan kotoran manusia dan penyiksaan psikologis yang mengerikan, menampilkan tokoh wanita yang secara tragis mengalami kekejaman dan pembunuhan.

Bagian terakhir, Circle of Blood/Girone del Sangue, menunjukkan upacara pernikahan antagonis, pengkhianatan, dan eksekusi brutal terhadap korban yang dianggap tidak layak, di mana kekerasan berlangsung tanpa batas dan puncaknya saat korban dibunuh secara kejam, menandai akhir dari kekuasaan dan kekejaman yang tak terbayangkan.

Film ini berakhir dengan tragedi dan pengakuan kekejaman oleh salah satu pelaku yang menyadari kengerian yang mereka ciptakan, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Secara keseluruhan, karya ini mengekspresikan kritik terhadap kekuasaan absolut, kekejaman manusia, dan degradasi moral yang ekstrem.

Tema & Makna
Kekuasaan dan Korupsi, Kekejaman Manusia, Dekadensi Moral, Eksploitasi dan Kekerasan, Kehilangan Kemanusiaan, Kritik Sosial terhadap Totalitarianisme dan Fasisme
Penjelasan Istilah Kata
  • Decima Flottiglia MAS: Unit militer angkatan laut Italia yang terkenal selama Perang Dunia II, di sini digunakan sebagai simbol kekuasaan dan kekejaman.
  • Divine Comedy: Karya karya Dante Alighieri yang membagi alam baka ke dalam tiga bagian (Inferno, Purgatorio, Paradiso), diadaptasi sebagai struktur simbolis film ini untuk menunjukkan perjalanan ke neraka kekuasaan dan kekejaman.
  • Bunuh diri si salah satu karakter di akhir: Simbol penolakan terhadap kekejaman yang tak berujung dan keputusasaan moral.
  • Kekerasan dan kekejaman ekstrem: Penggambaran kekejaman yang berlebihan sebagai kritik terhadap kekuasaan dan sifat manusia yang buruk.
  • Kritik terhadap totalitarianisme dan fasisme: Pesan moral yang tersirat terhadap bahaya kekuasaan otoriter dan sistem yang menindas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto