Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 120 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 120 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 320 •  Quarter Hizb 32.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطٰنُ قَالَ يٰٓاٰدَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلٰى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلٰى

Fa waswasa ilaihisy-syaiṭānu qāla yā ādamu hal adulluka ‘alā syajaratil-khuldi wa mulkil lā yablā.

Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya. Ia berkata, “Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Makna Surat Taha Ayat 120
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kemudian setan yang iri pada anugerah besar yang Allah berikan kepada Nabi Adam itu membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata, “Wahai Adam, maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian yang bisa membuatmu hidup abadi di surga, dan kerajaan yang terus berada dalam genggamanmu sehingga tidak akan binasa?”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan keadaan Adam dan istrinya Hawa, ketika Iblis merayu mereka maka tanpa mengingat amanat Tuhan bahwa Iblis itu adalah musuh yang ingin mencelakakannya dan dia dilarang Allah memakan buah larangan itu, Adam dan Hawa memetik buah itu dan langsung memakannya dengan penuh harapan bahwa ia bersama istrinya akan hidup kekal di dalam surga. Tidak lama setelah Adam dan Hawa memakan buah larangan itu aurat mereka masing-masing terbuka, padahal sebelum memakan buah larangan itu tidak ada sedikit pun perhatian mereka terhadap aurat itu, lalu mereka merasa malu dan cepat-cepar memetik daun-daunan dalam surga untuk menutupinya. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa akibat memakan buah khuldi timbullah pada Adam dan Hawa dorongan (insting) seksual, karena itu mereka merasa malu melihat aurat masing-masing. Demikianlah karena didorong oleh keinginan yang sangat, Adam lupa akan amanat Tuhan sampai ia melanggar perintah-Nya. Ia gagal menghadapi ujian Tuhannya, menjadi lemah tekad dan kemauannya disebabkan godaan Iblis dan disebabkan godaan nafsu dan keinginannya sendiri sehingga jatuh ke jurang pelanggaran.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Azman عَزْمًا (Ṭāhā/20:115)

‘Azm secara harfiyah berarti “meneguhkan hati untuk mengerjakan sesuatu”, atau “tekad”. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat “Bila engkau sudah berazam,” yaitu tekad untuk mengerjakan sesuatu, “maka bertawakallah kepada Allah,” (Āli ‘Imrān/3:159). Dalam al-Baqarah/2:235 Allah melarang laki-laki punya azam atau mengutarakan maksudnya untuk menikahi perempuan yang kematian suami sebelum idahnya habis. Dan di dalam Ṭāhā/20: 115 Allah menerangkan bahwa Ia telah memesankan sekali dari awal kepada Adam a.s. bahwa Iblis itu musuh yang selalu berusaha menjatuhkannya. Tetapi sayang Adam a.s. lupa dan tidak punya azam atau kemauan kuat untuk memenuhi pesan itu.

2. Ta’rā تَعْرَى (Ṭāhā/20:118)

Ta’rā kata dasarnya adalah ‘ara yang berarti “telanjang”. Di dalam Ṭāhā/20: 118 Allah menyampaikan kepada Adam a.s. bahwa di dalam surga ia tidak akan pernah merasakan lapar dan tidak akan pernah pula telanjang, karena penghuni surga akan diberi pakaian yang indah dari sutera.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto