Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 119 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 119 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 320 •  Quarter Hizb 32.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلَا تَضْحٰى

Wa annaka lā taẓma'u fīhā wa lā taḍḥā.

Sesungguhnya di sana pun engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa terik matahari.”

Makna Surat Taha Ayat 119
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Adam, sungguh, ada jaminan untukmu di surga sana bahwa engkau tidak akan kelaparan di dalamnya. Allah telah menyediakan bagimu di sana buah-buahan dan makanan lain. Dan kamu di surga itu juga tidak akan telanjang karena Allah telah menyiapkan pakaian untukmu. Dan sungguh, di surga sana engkau tidak akan merasa dahaga karena ada mata air yang selalu memancarkan air yang jernih di sana. Dan di sana tidak pula kamu akan ditimpa panas matahari di dalamnya karena rimbunnya dedaunan dari beragam pepohonan di sana.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Iblis melihat bagaimana senangnya Adam dan istrinya di dalam surga menikmati berbagai macam anugerah Ilahi, timbul rasa iri dan dengki dalam hatinya dan dia ingin sekali agar nikmat dan karunia yang dilimpahkan Allah itu dengan segera tercabut dari keduanya. Dia melihat tak ada cara yang lebih tepat dan ampuh untuk mewujudkan keinginan itu selain menggoda keduanya, supaya memakan buah khuldi yang terlarang memakannya. Dengan demikian tentulah Allah akan murka kepada Adam dan mengusirnya dari surga karena telah melanggar perintah-Nya. Lalu Iblis mendatangi Adam berpura-pura sebagai sahabat yang setia yang selalu mementingkan kebaikan dan kebahagiaannya, dan berceritalah dia bahwa pohon khuldi itu adalah pohon yang istimewa, buahnya amat lezat sekali rasanya, tak ada buah-buahan di dalam surga yang lebih lezat dari khuldi itu. Barang siapa memakannya pastilah dia akan kekal hidup selama-lamanya dan kekal pula tinggal di dalam surga. Jika Adam ingin tetap selama-lamanya di dalam surga ini maka ia harus makan buah itu, niscaya ia akan kekal hidup selama-lamanya dalam surga yang tidak akan runtuh selama-lamanya.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Azman عَزْمًا (Ṭāhā/20:115)

‘Azm secara harfiyah berarti “meneguhkan hati untuk mengerjakan sesuatu”, atau “tekad”. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat “Bila engkau sudah berazam,” yaitu tekad untuk mengerjakan sesuatu, “maka bertawakallah kepada Allah,” (Āli ‘Imrān/3:159). Dalam al-Baqarah/2:235 Allah melarang laki-laki punya azam atau mengutarakan maksudnya untuk menikahi perempuan yang kematian suami sebelum idahnya habis. Dan di dalam Ṭāhā/20: 115 Allah menerangkan bahwa Ia telah memesankan sekali dari awal kepada Adam a.s. bahwa Iblis itu musuh yang selalu berusaha menjatuhkannya. Tetapi sayang Adam a.s. lupa dan tidak punya azam atau kemauan kuat untuk memenuhi pesan itu.

2. Ta’rā تَعْرَى (Ṭāhā/20:118)

Ta’rā kata dasarnya adalah ‘ara yang berarti “telanjang”. Di dalam Ṭāhā/20: 118 Allah menyampaikan kepada Adam a.s. bahwa di dalam surga ia tidak akan pernah merasakan lapar dan tidak akan pernah pula telanjang, karena penghuni surga akan diberi pakaian yang indah dari sutera.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto