Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 23 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 23 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 313 •  Quarter Hizb 32 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

لِنُرِيَكَ مِنْ اٰيٰتِنَا الْكُبْرٰى ۚ

Linuriyaka min āyātinal-kubrā.

(Kami perintahkan itu) untuk memperlihatkan kepadamu sebagian tanda-tanda kebesaran Kami yang terbesar.

Makna Surat Taha Ayat 23
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Wahai Nabi Musa, kedua mukjizat Kami anugerahkan untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami yang sangat besar. Kami juga menjadikan keduanya sebagai penguat hatimu dalam berdakwah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah melakukan itu semua untuk memperlihatkan bukti-bukti kesempurnaan kekuasaan-Nya dan keajaiban perbuatan-Nya di langit dan di bumi.

Isi Kandungan Kosakata

1. Wazīrā وَزِيْرًا (Ṭāhā/20: 19)

وزيرا (wazīrā) kata wazīr terambil dari kata وزر (wizr) yang berarti beban yang berat, oleh sebab itu dosa disebut wizr, dan orang yang membantu kepada negara disebut wazir/menteri, karena dia memikul beban yang berat.

Dalam ayat ini Nabi Musa memohon kepada Allah agar Harun, saudaranya dijadikan menterinya, mengingat tugas-tugas kenabian yang berat dan beraneka ragam, apalagi menghadapi Fira’un dan pengikutnya yang suka membangkang.

Ungkapan kata وزيرا (wazīrā) menunjukkan bahwa Nabi Musa tidak meminta kepada Allah agar Harun dijadikan Nabi karena kenabian adalah anugerah Allah, tapi Nabi Musa meminta Harun menjadi pembantunya dalam menjalankan tugas-tugas kenabian.

2. Ḥayyatun Tas’ā حَيَّةٌ تَسْعَى (Ṭāhā/20: 20)

حيّة تسعى (ḥayyatun tas’ā) adalah ular kecil yang merayap cepat dengan lincahnya. Menurut Ibn Aṡir, hayyah adalah ular berbisa yang bisa mematikan korban dengan gigitannya. Dinisbatkan dengan kata tas’a untuk meyakinkan Nabi Musa bahwa ular itu memang benar-benar hidup dan bisa bergerak, ketika Nabi Musa kaget melihat tongkatnya berubah menjadi ular. Dalam al-A‘rāf/7:107, ular tersebut dilukiskan dengan kata ثعبان (ṡu’bān) artinya ular jantan yang besar. Sedangkan pada ayat di atas ia dilukiskan dengan kata ḥayyah, dan dalam al-Qaṣaṣ/28: 31 ular itu dilukiskan dengan جان (jānn) yang maksudnya adalah ular yang menakutkan.

Perbedaan nama-nama ular dalam Al-Qur’an disebabkan oleh perbedaan tempat terjadinya mukjizat. Peralihan tongkat menjadi ṡu’bān terjadi dihadapan Fir‘aun, ketika berhadapan dengan tukang-tukang sihir Fir‘aun yang telah memperlihatkan kepandaian sihirnya mengubah tali menjadi ular kecil. Sedangkan peralihannya menjadi ular kecil adalah pada malam saat Nabi Musa menerima wahyu, dan Allah menunjukkan kepada Nabi Musa mukjizat yang dianugerahkan kepadanya. Penamaan ular yang berbeda-beda dalam kisah Nabi Musa sesuai dengan perbedaan tempat, sasaran, dan tujuan penampakannya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto