Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 96 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 96 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 318 •  Quarter Hizb 32.5 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوْا بِهٖ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ اَثَرِ الرَّسُوْلِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذٰلِكَ سَوَّلَتْ لِيْ نَفْسِيْ

Qāla baṣurtu bimā lam yabṣurū bihī fa qabaḍtu qabḍatam min aṡarir-rasūli fa nabażtuhā wa każālika sawwalat lī nafsī.

Dia (Samiri) menjawab, “Aku melihat sesuatu yang tidak mereka lihat. Kemudian, aku ambil segenggam (tanah) bekas jejak rasul (Jibril) lalu aku lemparkan (ke dalam mulut patung anak sapi).479) Demikianlah nafsuku membujukku.”

Makna Surat Taha Ayat 96
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mendapat pertanyaan dari Nabi Musa, dia menjawab, “Aku melihat dan mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Aku melihat Jibril menunggang kuda ketika Bani Israil keluar dari laut dan Fir’aun tenggelam. Jadi, aku ambil segenggam tanah dari jejak tapal kuda rasul itu, lalu aku melemparkannya ke arah perhiasan-perhiasan yang aku jadikan bahan membuat patung anak sapi itu hingga patung itu mampu mengeluarkan suara. Aku tahu mereka pernah memintamu untuk membuat Tuhan yang berjasad untuk mereka sembah, maka demikianlah nafsuku membujukku untuk menciptakan patung anak sapi ini sebagai tuhan mereka.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Samiri menjawab bentakan dan hardikan Musa. Aku telah mengetahui sesuatu yang belum diketahui oleh kaummu, maka aku buatlah sebuah patung dari emas yang dibawa dari Mesir berbentuk anak sapi dan aku jadikan patung itu seindah-indahnya untuk menarik perhatian mereka. Demikianlah pendapatku dan tindakan itulah yang paling baik menurut pikiranku. Menurut sebagian Mufasirin, Samiri menjawab bentakan Musa dengan jawaban yang aneh sehingga dapat meninggalkan kesan seolah-olah dia telah mendapat wahyu pula dari Tuhan dan telah berhubungan dengan Jibril serta telah mengenalnya. Samiri mengatakan bahwa ia membakar emas yang dibawa mereka dari Mesir di dalam lubang yang mereka buat sendiri dia mengambil segenggam tanah bekas jejak telapak kaki Jibril maka keluarlah dari lubang itu sesuatu yang serupa anak sapi. Dengan demikian tertariklah sebagian Bani Israil kepada bujukan dan tipu daya Samiri untuk menyembah patung berbentuk anak sapi itu. Karena patung anak sapi itu bukanlah sembarang patung, tetapi benar-benar telah dikirim Allah untuk disembah dan dipujanya.

Isi Kandungan Kosakata

Qabḍatan min Aṡari ar-rasūl قَبْضَةً مِنْ أَثَرِ الرَّسُوْلِ (Ṭāhā/20: 96)

Artinya “Segenggam (tanah dari) jejak Rasul.” Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para mufasir mengenai anak kalimat dalam ayat di atas. Mulanya Musa menegur Samiri yang telah menyesatkan kaumnya ke dalam kemusyrikan: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?” (Ṭāhā/20: 95)

Samiri dengan lagak sombong berkata kepada Musa ‘alaihissalam, yang secara harfiah artinya kira-kira, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui. Maka aku mengambil segenggam dari jejak Rasul…” (Ṭāhā/20: 96). Dua pendapat di antaranya perlu dikemukakan:

Rasul dalam ayat ini Malaikat Jibril, yakni debu dari jejak kaki kuda yang dinaiki Jibril yang bila menjejakkan kakinya ke atas sesuatu, maka sesuatu itu pasti akan hidup, bernyawa, dan bila debu bekas injakan kaki kuda Jibril itu diambil sedikit, dan dilemparkan ke dalam mulut anak sapi emas yang sudah berbentuk itu, maka ia akan mengeluarkan suara melenguh seperti suara sapi.

Pendapat yang lebih banyak dianut oleh para mufasir, termasuk ar-Razi dan al-Qāsimī antara lain, seperti apa yang dinyatakan oleh Abu Muslim al-Isfahani, bahwa Rasul yang dimaksud dalam ayat ini adalah Nabi Musa, dan kata aṡar, “bekas, peninggalan” ialah ajaran dan teladan yang ditinggalkan Nabi Musa, bukan “bekas kaki kuda malaikat.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto