Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 69 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 69 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 316 •  Quarter Hizb 32.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاَلْقِ مَا فِيْ يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْاۗ اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سٰحِرٍۗ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ اَتٰى

Wa alqi mā fī yamīnika talqaf mā ṣana‘ū, innamā ṣana‘ū kaidu sāḥir(in), wa lā yufliḥus-sāḥiru ḥaiṡu atā.

Lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Sesungguhnya apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya penyihir (belaka). Tidak akan menang penyihir itu, dari mana pun ia datang.”

Makna Surat Taha Ayat 69
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, yaitu tongkat yang biasa engkau pakai untuk menggembala kambing, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat, yakni ular-ular yang berasal dari sihir mereka. Ketahuilah, apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya penyihir belaka, dan tidak akan menang penyihir itu, dari mana pun ia dating.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah itu Allah memerintahkan Musa supaya melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya. Musa dengan segera melaksanakan perintah itu. Dengan kodrat dan iradat Allah, tongkat Musa itu menjadi ular besar dan menelan semua yang dibuat oleh ahli-ahli sihir Fir‘aun itu, yaitu tali dan tongkatnya kelihatan seperti ular yang bergerak. Sebenarnya apa yang diperbuat mereka itu adalah khayalan belaka dan hanyalah tipu daya tukang-tukang sihir itu, sebagai hasil dari latihan yang tertib dan cukup lama, sama sekali tidak mempunyai hakekat dan tidak akan bertahan lama. Bagaimanapun juga tukang sihir itu tidak akan menang dengan sihirnya yang mengelabui itu. Yang demikian itu adalah perbuatan dosa, dan tidak akan beruntung orang-orang yang berbuat dosa. Sebagaimana firman Allah:

اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الْمُجْرِمُوْن َ

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung. (Yūnus/10: 17)

Isi Kandungan Kosakata

1. Yukhayyalu يُخَيَّلُ (Ṭāhā/20: 66)

Secara etimologis, yukhayyalu berarti terbayangkan, terkenangkan, atau tergambarkan. Dalam konteks ayat di atas, terbayangkan dalam benak Nabi Musa bahwa tali-tali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan tukang-tukang sihir Fir‘aun itu seolah-olah berubah menjadi ular yang seolah-olah merayap dengan gesit. Padahal sejatinya, itu hanya bayangan (ilusi) Nabi Musa belaka, karena semua itu hanya tipu daya mereka.

2. Aujasa أَوْجَسَ (Ṭāhā/20: 67)

Secara etimologis, aujasa berarti merasa atau tepatnya merasa khawatir. Dalam konteks ayat di atas, Nabi Musa merasakan kekhawatiran dalam dirinya, karena terbayang dalam benaknya tongkat-tongkat dan tali-tali yang seolah berubah menjadi ular yang merayap itu. Ini menunjukkan, sisi manusiawi Nabi Musa tidak bisa dihilangkan. Sebagai manusia, Nabi Musa juga mempunyai kekhawatiran akan kekalahan yang dialaminya. Sebab jika kalah, maka misi yang diembannya akan gagal.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto