Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 117 - Surat Ṭāhā (Taha)
طٰهٰ
Ayat 117 / 135 •  Surat 20 / 114 •  Halaman 320 •  Quarter Hizb 32.75 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

فَقُلْنَا يٰٓاٰدَمُ اِنَّ هٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقٰى

Fa qulnā yā ādamu inna hāżā ‘aduwwul laka wa lizaujika falā yukhrijannakumā minal-jannati fa tasyqā.

Kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam, sesungguhnya (Iblis) inilah musuh bagimu dan bagi istrimu. Maka, sekali-kali jangan sampai dia mengeluarkan kamu berdua dari surga. Kelak kamu akan menderita.

Makna Surat Taha Ayat 117
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk memperingatkan Adam tentang penolakan iblis, kemudian Kami berfirman, “Wahai Adam! Sungguhiblisini adalah musuh nyata bagimu dan bagi istrimu. Maka, sekali-kali janganlah sampai dia berhasil menggelincirkan dan mengeluarkan kamu berdua dari surga. Ketahuilah, hal itulah yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Karena Iblis tidak mau sujud kepada Adam disebabkan kesombongannya dan iri hati atas kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada Adam. Allah menegaskan kepadanya bahwa Iblis itu adalah musuhnya dan musuh istrinya. Oleh sebab itu ia harus berhati-hati dan waspada terhadap tindak tanduknya, janganlah sekali-kali ia mengikuti bujuk rayunya yang mungkin berupa nasehat atau anjuran. Tidak ada tujuannya kecuali menimpakan musibah atau malapetaka kepadanya. Jika ia teperdaya dengan mulut manisnya yang bila diikutinya mungkin akan menyebabkan Adam terusir dari surga yang penuh rahmat dan karunia-Nya. Bila hal ini terjadi tentulah Iblis akan tertawa gembira sedangkan Adam akan menderita kehidupan yang berat di dunia, di mana dia harus berjuang dan bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya sedang di dalam surga dia hidup serba cukup tak ada kekurangan satu apapun, semua keinginannya dengan mudah tercapai dan terlaksana.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Azman عَزْمًا (Ṭāhā/20:115)

‘Azm secara harfiyah berarti “meneguhkan hati untuk mengerjakan sesuatu”, atau “tekad”. Dalam Al-Qur’an terdapat ayat “Bila engkau sudah berazam,” yaitu tekad untuk mengerjakan sesuatu, “maka bertawakallah kepada Allah,” (Āli ‘Imrān/3:159). Dalam al-Baqarah/2:235 Allah melarang laki-laki punya azam atau mengutarakan maksudnya untuk menikahi perempuan yang kematian suami sebelum idahnya habis. Dan di dalam Ṭāhā/20: 115 Allah menerangkan bahwa Ia telah memesankan sekali dari awal kepada Adam a.s. bahwa Iblis itu musuh yang selalu berusaha menjatuhkannya. Tetapi sayang Adam a.s. lupa dan tidak punya azam atau kemauan kuat untuk memenuhi pesan itu.

2. Ta’rā تَعْرَى (Ṭāhā/20:118)

Ta’rā kata dasarnya adalah ‘ara yang berarti “telanjang”. Di dalam Ṭāhā/20: 118 Allah menyampaikan kepada Adam a.s. bahwa di dalam surga ia tidak akan pernah merasakan lapar dan tidak akan pernah pula telanjang, karena penghuni surga akan diberi pakaian yang indah dari sutera.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto