وَلَوْ نَشَاۤءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ ࣖ
Wa lau nasyā'u lamasakhnāhum ‘alā makānatihim famastaṭā‘ū muḍiyyaw wa lā yarji‘ūn(a).
Seandainya Kami menghendaki, pastilah Kami akan mengubah bentuk mereka di tempat mereka berada, sehingga mereka tidak sanggup meneruskan perjalanan dan juga tidak sanggup pulang kembali.
Dan jika Kami menghendaki pula, pastilah Kami ubah bentuk mereka,yakni orang-orang kafir, di tempat mereka berada sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali. Namun, hal itu tidak Kami lakukan karena kasih sayang Kami. Karena rahmat pula, Aku masih memberi manusia kesempatan untuk bertobat dan beramal saleh meski mereka telah menyekutukan-Ku.
Ayat ini juga menerangkan kekuasaan Allah, yaitu jika Allah menghendaki maka Dia dapat mengubah bentuk orang-orang kafir di tempat mereka berada, sehingga tidak sanggup lagi berjalan dan kembali. Akan tetapi, hal itu tidak dilakukan karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Meskipun begitu, orang-orang kafir yang memiliki kesempatan untuk beramal saleh sesuai petunjuk agama juga tidak melakukannya, bahkan mereka bertambah ingkar sehingga pantas mendapat siksa yang berat dan menghinakan di akhirat.
Jibillan Kaṡīran جِبِلًّا كَثِيْرًا (Yāsīn/36: 62)
Jibillan kaṡīran artinya bagian terbesar kelompok manusia. Dalam bahasa Arab ada empat kata yang hampir sama yang berarti kelompok atau kumpulan orang yang sangat banyak, yaitu jibillah-jublatu-jubulla-jib illa. Pada ayat 62 ini, Allah mengingatkan kita bahwa sungguh setan itu telah menyesatkan bagian terbesar kelompok manusia, maka apakah kamu tidak berfikir dan menggunakan akalmu? Iblis dan juga keturunannya yaitu setan-setan memang telah bersumpah akan berbuat sekuat tenaga untuk menggoda dan mempengaruhi manusia supaya sesat dari jalan yang benar (al-A‘rāf/7: 15). Dengan berbagai cara dan jalan manusia akan selalu digoda dan diiming-imingi supaya tertarik dan memandang indah berbagai perbuatan maksiat, yang akhirnya mereka semua dapat disesatkan oleh ajakan dan rayuan iblis dan setan. Pada kenyataannya memang sebagian besar manusia dapat terpengaruh dan tergoda oleh setan sampai akhirnya mereka mau mengikuti jalan sesat yang telah dihiasi dengan berbagai keindahan oleh setan. Yang tidak tergoda dan tidak terpengaruh hanyalah hamba-hamba Allah yang beriman dan beribadah dengan ikhlas (al-Ḥijr/15: 39-40).

