Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 22 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 441 •  Quarter Hizb 44.75 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَمَا لِيَ لَآ اَعْبُدُ الَّذِيْ فَطَرَنِيْ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

Wa mā liya lā a‘budul-lażī faṭaranī wa ilaihi turja‘ūn(a).

Apa (alasanku) untuk tidak menyembah (Allah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan?

Makna Surat Yasin Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan Mengapa kamu enggan menyembah Allah ? tidak ada alasan bagiku dan bagimu untuk tidak menyembah Allah yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan untuk menerima balasan atas segala amal perbuatan yang dilakukan sewaktu di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini digambarkan kesadaran yang timbul dalam hati dan cahaya iman yang telah menyinari jiwa orang itu, sehingga ia berpendapat bahwa tidak ada alasan sedikit pun baginya untuk tidak beriman kepada Allah. Karena Dialah yang telah menciptakan dan membentuknya sedemikian rupa dalam proses kejadian, sehingga memungkinkan dirinya memeluk agama tauhid yaitu agama yang mengajarkan untuk mempercayai Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

Pada akhir ayat ini, orang itu menyatakan bahwa hanya kepada Allah sajalah ia akan kembali setelah meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini, tidak kepada yang lain. Pernyataan ini timbul dari lubuk hatinya, setelah ia merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah.

Seseorang menghambakan diri kepada Allah karena:

1. Merasakan kekuasaan dan kebesaran Allah. Hanya Dialah yang berhak disembah, tidak ada sesuatu pun yang lain. Karena keyakinan itu, ia tetap menghambakan diri kepada Allah dalam keadaan bagaimana pun, apakah ia diberi nikmat oleh-Nya atau tidak, apakah ia dalam kesengsaraan atau dalam kesenangan, apakah dalam kesempitan atau kelapangan.

2. Hamba yang beribadah kepada Allah telah merasakan nikmat yang dianugerahkan kepadanya, ia merasa tergantung kepada nikmat Allah itu.

3. Seorang hamba mengharapkan pahala kepada Allah dan takut ditimpa siksa-Nya.

Hamba yang dimaksud pada ayat ini, ialah hamba yang termasuk golongan pertama. Hamba itu tetap beribadah kepada Allah sesuai dengan yang telah ditetapkan-Nya, sekalipun ia ditimpa malapetaka, kesengsaraan dan cobaan-cobaan yang lain. Ia menyatakan bahwa seluruh yang ada padanya, jiwa dan raganya, hidup dan matinya, semuanya adalah milik Allah.

Keimanan orang ini sesuai dengan iman yang dimaksud dalam firman Allah:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْن َ ١٦٣

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (al-An‘ām/6: 162-163)

Isi Kandungan Kosakata

Khāmidūn خَامِدُوْنَ (Yāsīn/36: 29)

Kata yang terdiri dari huruf kha', mim, dan dal tersebut, dalam Al-Qur’an disebut dua kali, yaitu dalam ayat ini dan dalam Surah al-Anbiyā'/21 ayat 15: khāmidīn. Kata ini merupakan kata sifat berasal dari khamada–yakhmidu-khamd(an) yang artinya mayyitun (mati) atau seperti kata Ibnu Jarīr aṭ-Ṭabarī, hālikūn(a) (binasa). Maksudnya, satu kali teriakan keras malaikat Jibril, pada saat penghancuran nanti, semua manusia mati dan binasa karenanya, bagaikan abu yang sudah padam bara apinya (ka hai’at al-ramad al-khamid).

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto