Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 33 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 33 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 442 •  Quarter Hizb 45 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ

Wa āyatul lahumul-arḍul-maitah(tu), aḥyaināhā wa akhrajnā minhā ḥabban faminhu ya'kulūn(a).

Suatu tanda (kekuasaan-Nya) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus lalu) Kami menghidupkannya dan mengeluarkan darinya biji-bijian kemudian dari (biji-bijian) itu mereka makan.

Makna Surat Yasin Ayat 33
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Usai menjelaskan kuasa-Nya membinasakan para pendurhaka, Allah lantas menjelaskan tanda kekuasaan-Nya di bumi. Dan suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi mereka adalah bumi yang mati atau tandus sehingga tidak bisa ditumbuhi tanaman, lalu Kami hidupkan bumi itu dengan air hujan dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari biji-bijian itu mereka makan untuk menjamin kelangsungan hidup dan memperoleh kekuatan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan bahwa salah satu dari tanda-tanda kekuasaan Allah dan adanya hari kebangkitan, ialah adanya tanah yang semula mati, tandus dan gersang, serta tidak menumbuhkan tanaman apa pun, namun dengan kekuasaan Allah semuanya menjadi hidup dengan turunnya hujan dari langit. Hal itu memungkinkan tumbuhnya bermacam-macam tanaman yang menghasilkan bahan makanan bagi manusia dan makhluk lainnya yang hidup di bumi ini. Dengan demikian, manusia dan makhluk itu memperoleh makanan untuk menumbuhkan jasmani dan memberikan kekuatan kepada mereka. Di samping itu, hasil-hasil bumi tersebut dapat pula dijadikan bahan perniagaan untuk diperdagangkan oleh manusia.

Isi Kandungan Kosakata

al-Arḍ al-Maitah الأَرْضُ الْمَيْتَةُ (Yāsīn/36: 33)

Al-arḍ al-maitah artinya “bumi yang mati.” Maksudnya, bahwa sebagai tanda yang menunjukkan kepada mereka atas kebenaran tauhid, dan bahwa Allah pasti membangkitkan semua yang telah mati dalam keadaan hidup kembali, adalah suatu “kenyataan bumi yang mati.” Bumi yang semula mati dihidupkan Allah dengan cara disirami oleh air hujan, kemudian subur, yang kemudian menghasilkan berbagai tumbuhan yang hidup. Di antaranya ada yang menghasilkan bahan makanan dan buah-buahan yang dapat dimakan oleh manusia. Jadi, keadaan bumi yang semula mati kemudian subur menghasilkan berbagai makanan yang dapat dimakan manusia, sudah cukup sebagai pertanda bahwa Allah swt pasti kuasa menghidupkan para makhluk-Nya yang telah mati nanti.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto