Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 73 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 73 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 445 •  Quarter Hizb 45.25 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَلَهُمْ فِيْهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُۗ اَفَلَا يَشْكُرُوْنَ

Wa lahum fīhā manāfi‘u wa masyārib(u), afalā yasykurūn(a).

Pada dirinya (hewan-hewan ternak itu) terdapat berbagai manfaat dan minuman untuk mereka. Apakah mereka tidak bersyukur?

Makna Surat Yasin Ayat 73
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan mereka dapat pula memperoleh berbagai manfaat berupa bahan pakaian dan minuman darinya, yakni dari hewan-hewan tersebut (Lihat Surah an-Nahl/16: 80). Maka, mengapa mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menyediakan itu semua untuk keperluan mereka?

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah memperingatkan kembali kepada kaum kafir tentang sifat dan rahmat yang telah dikaruniakan-Nya kepada mereka yang sepatutnya disyukuri. Rahmat yang dikaruniakan itu lalu mereka kuasai dan ambil manfaatnya sedemikian rupa. Akan tetapi, mereka tidak pernah bersyukur, bahkan mengingkari rahmat tersebut.

Di antara rahmat dan karunia Allah adalah bermacam-macam hewan dan binatang ternak yang telah diciptakan dan disediakan-Nya untuk manusia. Sebagian dari hewan tersebut mereka jadikan kendaraan untuk mengangkut mereka dan barang-barang dari suatu tempat ke tempat yang lain. Dari hewan itu pula mereka memperoleh bahan makanan, minuman, pakaian, dan alat-alat keperluan lainnya. Namun demikian, mereka tidak bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan dan menyediakan semuanya itu untuk kepentingan mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Asy-Syi‘r الشِّعْرُ (Yāsīn/36: 69)

Asy-Syi‘r artinya juga syiir, tetapi dalam bahasa Indonesia sering disebut syair yaitu sastra dalam bentuk puisi dengan jumlah suku kata yang teratur dan pada setiap barisnya memiliki persamaan bunyi atau bersajak. Pada ayat 69 ini, Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah kumpulan syair sebagaimana orang-orang kafir Mekah menduga, dan tidak layak Allah mengajarkan syair kepada Nabi Muhammad saw. Memang ada banyak ayat yang bersajak atau berakhiran bunyi yang sama terutama pada surah-surah Makkiyyah, seperti Surah an-Nās, al-Falaq, al-Ikhlāṣ, al-Lahab, dan lain-lain. Tetapi Al-Qur’an bukan sekedar buku sastra melainkan kitab petunjuk dan pelajaran. Syair biasanya berisi khayalan, lamunan, ataupun impian seseorang, sedangkan Al-Qur’an menerangkan berbagai fakta dan peristiwa yang telah terjadi, yang sedang terjadi, maupun yang akan terjadi secara benar dan tepat, jadi jauh dari khayalan, lamunan, ataupun impian. Maka tidak pantas jika Allah mengajarkan kepada Nabi-Nya hal-hal yang bersifat khayalan dan lamunan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto