Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 78 - Surat Yāsīn (Yasin)
يٰسۤ
Ayat 78 / 83 •  Surat 36 / 114 •  Halaman 445 •  Quarter Hizb 45.25 •  Juz 23 •  Manzil 5 • Makkiyah

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَّنَسِيَ خَلْقَهٗۗ قَالَ مَنْ يُّحْيِ الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيْمٌ

Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah(ū), qāla may yuḥyil-‘iẓāma wa hiya ramīm(un).

Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, “Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?”645)

Makna Surat Yasin Ayat 78
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Demikianlah keingkaran manusia kepada Kami. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya dari setetes air mani yang hina. Dia berkata, “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?” Jika menyadari asal kejadiannya, tentu manusia akan percaya bahwa Allah Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah mati.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini dijelaskan tentang keraguan kaum kafir Mekah terhadap adanya hari kebangkitan. Mereka berpendapat demikian karena telah melupakan asal kejadian masing-masing. Mereka diingatkan bahwa Allah telah menciptakan mereka dari setetes air mani, sehingga mereka lahir berwujud manusia yang hidup dan utuh. Jika seandainya mereka mengingat dan menyadari hal ini, pastilah mereka yakin bahwa Allah juga kuasa menghidupkannya kembali sesudah mati, walaupun tulang-belulang mereka sudah remuk.

Isi Kandungan Kosakata

1. Khaṣīm Mubīn خَصِيْمٌ مُبِيْنٌ (Yāsīn/36: 77)

Khaṣīm mubīn artinya: penentang atau musuh yang jelas. Berasal dari fi‘il khaṣima - yakhṣumu - khaṣman artinya: menentang, melawan, memusuhi, dan mau mengalahkan. Pada ayat 77 ini, Allah mengingatkan kita semua manusia dengan kalimat pernyataan yang bergaya satire atau ejekan, yaitu apakah manusia tidak memperhatikan kenyataan bahwa Allah telah menciptakannya dari setetes air mani, tetapi kemudian ternyata “fa’iżā huwa khaṣīm(un) mubīn(un)”, artinya ia kemudian menjadi penentang yang terang-terangan. Manusia banyak yang tidak beriman kepada Allah, tidak mengakui kekuasaan-Nya, tidak tunduk pada aturan dan ketentuan-Nya, bahkan tidak taat pada perintah dan larangan-Nya. Memang manusia yang diciptakan Allah menjadi makhluk yang paling baik bentuknya dan paling berkuasa di muka bumi, kemudian banyak yang lupa pada penciptanya dan bahkan melawan kehendak-Nya. Menentang pencipta, pemelihara, dan pengatur alam ini tentu berakibat kerugian yang sangat besar, padahal Allah telah menunjukkan jalan yang baik dan benar supaya manusia selamat di dunia maupun akhirat.

2. Malakūt مَلَكُوْتُ (Yāsīn/36: 83)

Malakūt artinya kekuasaan, kemuliaan, kerajaan besar. Berasal dari fi‘il malaka – yamliku – malakan - wamalakatan artinya: memiliki, menguasai, memerintah. Pada ayat terakhir Surah Yāsīn ini Allah menegaskan dengan firman-Nya, “biyadihī malakūtu kulli syai'in wa ilaihi turja‘ūn,” artinya: hanya di tangan-Nya kekuasaan dan kemuliaan atas segala sesuatu dan hanya kepada-Nyalah kamu semua akan dikembalikan. Maksudnya hanya Allah pencipta, pemelihara, dan pengatur alam raya ini, dan juga hanya kepada Allah kita dan semua makhluk akan dikembalikan. Jadi tidak benar jika ada pembagian tugas seperti adanya penguasa yang mencipta alam ini, kemudian ada penguasa lain yang memelihara dan mengaturnya, serta ada penguasa yang lain lagi yang akan menghancurkannya. Allah adalah Maha Esa dan Mahakuasa, di tangan Allahlah semua kekuasaan dan kerajaan besar ini, dan tidak ada sekutu bagi Allah, Mahasuci Allah dari segala kekurangan dan kelemahan seperti yang disifatkan oleh orang-orang kafir dan musyrik.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto