Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 35 - Surat Ad-Dukhān (Kabut Asap)
الدّخان
Ayat 35 / 59 •  Surat 44 / 114 •  Halaman 497 •  Quarter Hizb 50.5 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

اِنْ هِيَ اِلَّا مَوْتَتُنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُنْشَرِيْنَ

In hiya illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimunsyarīn(a).

“Tidak ada (kematian) selain kematian di dunia ini dan kami tidak akan dibangkitkan.

Makna Surat Ad-Dukhan Ayat 35
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Sesungguhnya tidak ada kehidupan selain kehidupan yang disusul dengan kematian di dunia ini. Dan karena itu pula, kami tidak akan dibangkitkan setelah kematian di dunia ini.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menjelaskan bahwa orang-orang kafir Mekah tidak mempercayai adanya hari kebangkitan karena menurut keyakinan mereka mustahil orang yang sudah mati itu dapat hidup kembali. Kepercayaan yang demikian itu timbul karena pikiran mereka telah dilumuri oleh noda-noda kemusyrikan; semakin lama noda itu semakin menebal sehingga menutupi seluruh hati dan pikiran mereka. Maka timbullah rasa sombong (takabur) dalam hati mereka disertai dengan keingkaran tanpa alasan. Mereka berpendapat apa yang dipandang benar oleh nenek moyang mereka adalah benar pula menurut mereka meskipun keyakinan nenek moyang mereka itu semata-mata berdasarkan dugaan yang tidak ada dasar kebenarannya. Keadaan mereka seperti orang yang terlanjur melontarkan kata-kata, kemudian kata-kata itu dibelanya mati-matian tanpa memperhatikan apakah yang dikatakannya itu benar atau salah. Mereka tidak lagi menggunakan pikiran yang sehat dalam menilai perkataan itu akan tetapi semata-mata menuruti hawa nafsu mereka.

Sikap dan keyakinan mereka itu tercetus dalam perkataan mereka. ‘Kematian itu hanya sekali yaitu kematian di dunia ini saja, tidak dua kali, dan kami sekali-kali tidak akan dibangkitkan kembali.’

Dengan perkataan itu, berarti mereka telah menolak keterangan wahyu yang mengatakan bahwa mati itu dua kali. Allah berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ ٢٨

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (al-Baqarah/2: 28)

Ayat ini menerangkan bahwa manusia itu sebelum hidup di dunia adalah makhluk yang mati, lalu mereka dilahirkan sebagai makhluk hidup. Setelah itu, mereka menemui ajalnya dan mengalami kematian yang kedua. Kemudian pada hari Kiamat mereka akan dibangkitkan kembali dari kubur, dan hidup untuk kedua kalinya. Dalam ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang musyrik mengakui satu kali kehidupan dan satu kali kematian, tidak mempercayai adanya kehidupan sesudah mati. Keingkaran mereka terhadap hari kebangkitan itu tidak beralasan karena pikiran mereka tidak sampai kepada ketentuan itu. Jika Allah kuasa menciptakan semua kehidupan ini, tentu Dia kuasa pula mengembalikan kehidupan itu sesudah kematian dan menghisab semua amal perbuatan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Bimunsyarīn بِمُنْشَرِيْنَ (ad-Dukhān/44: 35)

Kalimat bimunsyarīn berasal dari kata nasyara yang artinya membentangkan dan menyebarkan. Nasyara aṡ-ṡaub berarti membentangkan baju. Nasyr juga berarti, pembicaraan atau publikasi karena sifatnya yang menyebar. Angin disebut juga an-nāsyir, karena dengan angin awan-awan menjadi tersebar (al-A‘rāf/7: 57). Rumput basah juga disebut nasyr karena ketika hujan datang maka rumput-rumput itu akan tumbuh secara tersebar. Nusyroh artinya jampi-jampi atau mantera untuk mengobati orang sakit. Nasyira berarti membangkitkan kembali (wa ilaihin-nusyūr), Allah akan mengembalikan atau menghidupkan kembali (al-Mulk/67: 15) jasad yang tadinya hancur seperti halnya membentangkan baju.

Pada ayat ini Allah menjelaskan tentang sikap kaum musyrik Mekah ketika meyakini bahwa kematian menurut mereka hanyalah terjadi di dunia. Tidak ada kematian selain kematian dunia. Mereka meyakini bahwa mereka tidak akan dibangkitkan kembali untuk menerima pertanggungjawaban amal saat di dunia.

2. Tubba‘ تُبَّعٍ (ad-Dukhān/44: 37)

Kalimat tubba‘ berasal dari kata tabi‘a-yatba‘u-taba‘an yang berarti mengikuti jejaknya. Tabi‘tu asy-syai′ berarti mengikuti berjalan di belakangnya. Tatabbu‘ berarti mengikuti secara perlahan dan beriringan. Tabi‘a juga berarti mengikatkan diri atau mewajibkan atas dirinya. Tābi‘ berarti pengikut. Generasi setelah sahabat disebut dengan tābi‘in karena mereka mengikuti jejak para sahabat. At-Tābi‘ah artinya jin yang mengikuti manusia. At-Tabī‘ adalah anak sapi yang baru berumur satu tahun, dari tiga puluh ekor sapi, zakatnya adalah tabī. Tubba‘ juga berarti bayangan yang mengikuti arah matahari. Tāba‘a ‘amaluhū wa kalāmuhā artinya dia mencermati dan memperhatikan pekerjaan dan perkataannya.

Tubba‘ merupakan sebutan atau gelar bagi raja-raja Yaman, bentuk jamaknya adalah tabābi‘ah. Dinamakan demikian karena satu sama lain saling mengikuti. Setiap ada raja yang meninggal, maka yang lainnya menggantikannya mengikuti pendahulunya. Dalam tafsir, tubba‘ adalah sebutan bagi raja. Dia adalah seorang yang beriman sedangkan kaumnya kafir. Dalam Kamus Lisān al-‘Arab disebutkan bahwa Raja Tubba‘ berkata, ‘Ini adalah makam Raḍwā dan Hubbā, dua anak Tubba‘, janganlah kalian mempersekutukan Allah dengan yang lain.’ Ini sebagai bukti bahwa Raja Tubba‘ adalah Muslim. Dikuatkan dalam sebuah hadis, ‘Janganlah kalian mencerca Tubba‘ karena dia telah memeluk Islam.’ Dalam hadis yang lain disebutkan, ‘Janganlah mencerca Tubba‘, karena dia adalah yang pertama memberikan kain pada ka‘bah’. Raja Tubba‘ ini bernama As‘ad Abu Karīb, disebut Tubba‘ setelah dia menggenggam daerah Hadramaut, Saba dan Himyār.

Pada ayat ini Allah menjelaskan tentang tantangan orang kafir agar mendatangkan bapak-bapaknya terdahulu jika Muhammad dan kaumnya adalah orang-orang yang benar. Allah menjawab dengan sebuah analogi, apakah mereka (kaum musyrikin) yang lebih baik atau kaum Tubba‘ dan orang-orang sebelum mereka. Karena sesungguhnya Allah telah membinasakan mereka karena dosa-dosanya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto