فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُوْنَ
Fa innamā yassarnāhu bilisānika la‘allahum yatażakkarūn(a).
Sesungguhnya Kami telah memudahkannya (Al-Qur’an) dengan bahasamu (Arab) supaya mereka mendapat pelajaran.
Setelah menjelaskan berbagai nikmat yang diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa di akhirat nanti, Allah lalu menggambarkan bahwa Al-Qur’an adalah tuntunan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat itu. Allah berfirman, “Sungguh, Kami memudahkannya, yakni memudahkan penyampaian pesan-pesan Al-Qur’an itu dengan bahasamu, yaitu bahasa Arab dengan harapan agar mereka mendapat pelajaran mengenai hari Kiamat, siksaan, dan nikmat yang di peroleh di akhirat kelak.
Allah menjelaskan petunjuk dan peringatan yang telah disampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah yang disampaikan oleh Rasul-Nya, Muhammad saw, berupa wahyu-Nya yang diturunkan dengan bahasa yang sudah mereka pahami yaitu bahasa mereka sendiri, bahasa Arab. Hal itu dimaksudkan agar kaum musyrik Mekah dapat dengan mudah mengambil petunjuk dan pelajaran dari pokok-pokok agama Islam, tamsil ibarat dan kisah-kisah umat yang dahulu yang terdapat di dalam Al-Qur’an wahyu yang telah diturunkan itu. Dengan membaca Al-Qur’an mereka akan merenungkan ayat-ayat yang menyuruh agar manusia memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang terdapat dalam kejadian langit dan bumi beserta apa yang ada antara keduanya, demikian pula bukti-bukti adanya hari kebangkitan.
Dengan bimbingan dan peringatan itu, diharapkan mereka mau bertobat, kembali ke jalan yang benar, mau mengakui dan mencari kebenaran yang hakiki dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang mereka yang telah nyata kesesatannya. Akan tetapi lantaran kebekuan hati mereka karena kesombongan dan keangkuhan mereka, maka petunjuk dan kebenaran yang dikemukakan Al-Qur’an kepada mereka tidak dapat mereka terima, sehingga mereka tetap dalam kegelapan dan kesesatan.
1. Syajarataz-Zaqqūm شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ (ad-Dukhān/44: 43)
Syajarataz-zaqqūm artinya ‘pohon Zaqqum’. Terdiri atas dua kata: syajarah dan az-zaqqūm. Syajarah artinya ‘pohon’ yang berdahan. Kata kerjanya syajara artinya ‘bertengkar’, karena dalam bertengkar keluar kata-kata yang bercabang-cabang seperti pohon. Contohnya dalam Surah an-Nisā’/4: 65. Az-Zaqqūm adalah nama pohon yang buahnya merupakan makanan yang sangat menyiksa di dalam neraka. Terambil dari kata kerja zaqama yaitu ‘menelan makanan yang sangat tidak menyenangkan.’
2. Ṭa‘ āmul-‘Aṡīm طَعَامُ الاثِيْمِ (ad-Dukhān/44: 44)
Ṭa‘āmul-‘aṡīm artinya “makanan orang yang bergelimang dosa.” Terdiri atas dua kata Ṭa‘ām dan al-‘aṡīm. Ṭa‘ām artinya ‘makanan’, kata kerjanya: Ṭa‘ima artinya ‘memakan’. Al-'aṡīm adalah ‘orang yang bergelimang berdosa.’ Aṡīma adalah ‘orang yang berdosa’, tetapi dosanya tidak sebanyak dosa al-'aṡīm.











































