فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكَۚ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Faḍlam mir rabbika żālika huwal-fauzul-‘aẓīm(u).
sebagai karunia dari Tuhanmu. Itulah kemenangan yang sangat agung.
sebagai karunia dari Tuhanmu, wahai Muhammad. Demikian itulah kemenangan yang agung yang akan di peroleh oleh orang-orang yang taat dan patuh kepada Allah di akhirat nanti.
Segala nikmat yang diterima penghuni surga itu adalah karunia Allah yang diberikan sebagai tanda bahwa Dia meridai perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan selama hidup di dunia, dan sebagai bukti bahwa mereka mengikuti petunjuk wahyu yang disampaikan Allah kepada Rasul-Nya, taat kepada perintah-perintah yang harus mereka lakukan dan menjauhkan semua larangan yang harus mereka hentikan. Yang demikian itu mereka terima sebagai hasil jerih payah yang telah mereka lakukan dan imbalan dari keimanan mereka. Hasil yang mereka peroleh itu adalah hasil yang tiada bandingnya jika dibandingkan dengan hasil yang pernah dicapai seseorang selama hidup di dunia, menikmati hasil cucuran keringat sendiri yang merupakan suatu kenikmatan tersendiri pula.
1. Syajarataz-Zaqqūm شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِ (ad-Dukhān/44: 43)
Syajarataz-zaqqūm artinya ‘pohon Zaqqum’. Terdiri atas dua kata: syajarah dan az-zaqqūm. Syajarah artinya ‘pohon’ yang berdahan. Kata kerjanya syajara artinya ‘bertengkar’, karena dalam bertengkar keluar kata-kata yang bercabang-cabang seperti pohon. Contohnya dalam Surah an-Nisā’/4: 65. Az-Zaqqūm adalah nama pohon yang buahnya merupakan makanan yang sangat menyiksa di dalam neraka. Terambil dari kata kerja zaqama yaitu ‘menelan makanan yang sangat tidak menyenangkan.’
2. Ṭa‘ āmul-‘Aṡīm طَعَامُ الاثِيْمِ (ad-Dukhān/44: 44)
Ṭa‘āmul-‘aṡīm artinya “makanan orang yang bergelimang dosa.” Terdiri atas dua kata Ṭa‘ām dan al-‘aṡīm. Ṭa‘ām artinya ‘makanan’, kata kerjanya: Ṭa‘ima artinya ‘memakan’. Al-'aṡīm adalah ‘orang yang bergelimang berdosa.’ Aṡīma adalah ‘orang yang berdosa’, tetapi dosanya tidak sebanyak dosa al-'aṡīm.














































