يٰقَوْمَنَآ اَجِيْبُوْا دَاعِيَ اللّٰهِ وَاٰمِنُوْا بِهٖ يَغْفِرْ لَكُمْ مِّنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِّنْ عَذَابٍ اَلِيْمٍ
Yā qaumanā ajībū dā‘iyallāhi wa āminū bihī yagfir lakum min żunūbikum wa yujirkum min ‘ażābin alīm(in).
Wahai kaum kami, penuhilah (seruan Nabi Muhammad) yang mengajak pada (agama) Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Dia akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menyelamatkanmu dari azab yang pedih.
Di antara kelompok jin yang mendengar perkataan Nabi itu menyeru kaumnya agar beriman kepada Allah, “Wahai kaum kami! Terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, yaitu Nabi Muhammad, dan berimanlah kepada-Nya, karena seruannya mengajak kamu kepa-da jalan yang benar, dan jika kamu beriman kepadanya dengan mengikuti tuntunannya niscaya Dia, yakni Allah yang mengutusnya untuk memberi petunjuk kepada golongan jin dan manusia, akan mengampuni dosa-dosamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” Ayat ini memberikan pengertian bahwa pada golongan jin juga berlaku pembalasan Allah berupa ampunan dan selamat dari siksaan pahala bagi siapa yang melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan.
Selanjutnya jin-jin itu menyeru kaumnya, “Wahai kaumku, perkenankanlah dan terimalah seruan Muhammad saw sebagai rasul Allah yang telah menyeru manusia untuk mengikuti agama Allah, beriman kepada-Nya agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka dan melindungi mereka dari azab yang tidak seorang pun dapat melepaskan diri dari azab itu, kecuali dengan seizin-Nya.” Ayat ini memberi pengertian bahwa:
1. Meskipun ada jin yang beriman dan ada pula yang kafir, namun dalam ayat ini mereka diseru agar beriman kepada Allah.
2. Jin berkewajiban beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, jin menerima syariat sebagaimana syariat yang disampaikan oleh para nabi dan rasul kepada manusia.
3. Jin yang beriman akan selamat dari api neraka.
1. Al-Jinn الْجِنّ (al-Aḥqāf/46: 29)
Al-Jinn (jin) adalah makhluk Allah yang juga terkena taklīf atau beban kewajiban agama seperti manusia. Sebagaimana manusia ada yang mukmin dan ada yang kafir, jin juga ada yang mukmin dan ada yang kafir. Bedanya, manusia adalah makhluk yang mempunyai fisik (jasmani) dan mental (rohani), sedangkan jin adalah makhluk rohani saja, tidak mempunyai fisik sehingga tidak kasat mata, tidak dapat diraba, dan suaranya tidak terdengar oleh telinga kita. Secara bahasa, kata jin berasal dari fi‘il janna-yajinnu-jinānan wa junūnan wa jinnan yang artinya gelap, tertutup, tersembunyi. Pada ayat 29 diterangkan bahwa ada serombongan jin menghadap Nabi Muhammad untuk mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Para jin itu mendengarkan dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh, setelah itu mereka pergi dan menyampaikannya kepada kaumnya.
2.Yujirkum يُجِرْكُمْ (al-Aḥqāf/46: 31)
Yujirkum adalah fi‘il muḍāri‘ yang dihubungkan dengan ḍamīr atau kata ganti orang kedua jamak. Berasal dari fi‘il ajāra-yujīru-ajrāran artinya mencegah atau menghalangi. Pada akhir ayat 31 disebutkan ungkapan yang artinya: “Dan berimanlah kamu semua kepada Allah, niscaya Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan mencegah kamu dari azab yang pedih.” Memang yang dapat mencegah seseorang dari azab hanyalah Allah, untuk itu dipersyaratkan kita beriman kepada-Nya dan hari akhir serta memenuhi ketentuan dan seruan-Nya. Ayat 31 ini menerangkan ajakan beberapa jin yang telah mendengarkan pembacaan Al-Qur’an oleh Nabi Muhammad, kemudian setelah kembali mereka mengajak kaumnya untuk menerima seruan Nabi Muhammad.













































