Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 2 - Surat Al-Aḥqāf (Ahqaf)
الاحقاف
Ayat 2 / 35 •  Surat 46 / 114 •  Halaman 502 •  Quarter Hizb 51 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Makkiyah

تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ مِنَ اللّٰهِ الْعَزِيْزِ الْحَكِيْمِ

Tanzīlul-kitābi minallāhil ‘azīzil-ḥakīm(i).

Diturunkannya Kitab (Al-Qur’an) ini (berasal) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Makna Surat Al-Ahqaf Ayat 2
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Selanjutnya Allah menyatakan bahwa Kitab Al-Qur’an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah Yang Mahaperkasa kerajaan dan kekuasaanNya lagi Mahabijaksana perbuatan dan ketetapan-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an ini benar-benar bersumber dari-Nya, tidak ada keraguan sedikit pun tentang itu, diturunkan kepada Nabi Muhammad, berisi ketentuan-ketentuan, bimbingan, dan pedoman hidup bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Allah yang menurunkan Al-Qur’an kepada Muhammad saw, adalah Tuhan yang Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat menandingi-Nya. Dia Mahabijaksana. Semua perintah, larangan, dan tindakan Allah adalah sesuai dengan sifat, kegunaan, dan faedah dari yang diciptakan-Nya dan hal itu tidak lepas dari hikmah penciptaan alam seluruhnya.

Karena Al-Qur’an itu bersumber dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, maka hendaklah setiap manusia beriman kepadanya, mengakui kebenaran dan mengamalkan semua isinya. Beriman kepada Al-Qur’an berarti keharusan beriman pula kepada Nabi Muhammad sebagai rasul Allah, yaitu dengan mengikuti semua sunahnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Syirk شِرْكٌ (al-Aḥqāf/46: 4)

Secara kebahasaan syirk berarti bagian, dan keyakinan adanya banyak tuhan. Dalam konteks ayat ini, kata syirk berarti peran serta atau ambil bagian. Kata tersebut dalam ayat ini bermakna, "Atau adakah peran serta mereka dalam (penciptaan) langit?" Di sini Allah menegaskan bahwa dalam menciptakan dunia seisinya, Dia tidak memerlukan bantuan dalam bentuk apa pun dari hambanya.

Kata syirk dalam terminologi Islam yang lebih luas mempunyai dua ranah pokok, yaitu syirk dalam ranah aqidah (keyakinan) dan syirk dalam ranah ibadah. Syirk dalam ranah aqidah, sebagaimana diterangkan dalam hadis Nabi saw:

وَالشِّرْكُ أَنْ تَجْعَلَ ِللهِ نِدّاً وَهُوَ خَلَقَكَ. (رواه مسلم وغيره عن عبد الله بن مسعود)

Syirik adalah kamu menjadikan tandingan bagi Allah padahal Allah yang menciptakanmu. (Riwayat Muslim dan yang lainnya dari ‘Abdullāh bin Mas‘ūd)

Sedangkan syirk dalam ranah ibadah berarti menjalankan ibadah kepada selain Allah. Sebagaimana kata ulama, syirik adalah memalingkan ibadah untuk selain Allah. Hal ini didasarkan pada hadis:

إِنَّ أَخْوَفَ ماَ أَخاَفُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ. قاَلُوا: وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَارَسُوْلَ اللّٰهِ؟ قاَلَ: الـرِّيَاءُ. (رواه أحمد عن محمود بن لبيد)

Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti atas kalian adalah syirik kecil. Sahabat pun bertanya, “Apa (yang dimaksud dengan) syirik kecil, wahai Rasulullah?” Nabi saw menjawab, “(Yaitu) ria (mengerjakan amalan untuk selain Allah).” (Riwayat Aḥmad dari Maḥmūd bin Labīd)

2. Aṡārah اَثَارَة (al-Aḥqāf/46: 4)

Secara kebahasaan kata aṡārah merupakan bentuk maṣdar yang berderivasi dari akar kata aṡar yang berarti sisa, bekas, dan peninggalan dari orang-orang terdahulu. Kata tersebut dalam ayat ini bermakna peninggalan dari ilmu pengetahuan orang-orang terdahulu. Di samping itu, kata tersebut dapat juga diartikan sebagai peninggalan orang-orang terdahulu yang berupa buku, ajaran, atau petuah dari para nabi terdahulu.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto