Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 24 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 24 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 130 •  Quarter Hizb 13.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

اُنْظُرْ كَيْفَ كَذَبُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ

Unẓur kaifa każabū ‘alā anfusihim wa ḍalla ‘anhum mā kānū yaftarūn(a).

Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka berdusta terhadap diri sendiri. Lenyaplah dari mereka apa (kebohongan) yang selalu mereka ada-adakan.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 24
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Lihatlah dan renungkan secara mendalam, wahai Rasulullah, bagaimana mereka, orang-orang musyrik dan orang-orang yang mempertuhankan manusia, berbohong terhadap diri mereka sendiri dengan mengingkari nurani dan akal budi yang menjadi sumber fitrah beragama. Dan sesembahan yang mereka ada-adakan dahulu, baik manusia, setan, dan jin, maupun benda-benda yang disakralkan, akan hilang dari mereka, tidak membela, menolong, dan menyelamatkan mereka dari azab Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sesudah Allah menceritakan pernyataan orang-orang musyrik pada hari Kiamat yang berusaha untuk membersihkan diri mereka dari kemusyrikan, maka dalam ayat ini Allah menyuruh Rasul dan umatnya untuk memperhatikan sikap orang musyrik yang sangat mengherankan itu. Bagaimana bisa terjadi, mereka berbohong di hadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tidak memerlukan kesaksian. Ada suatu keanehan dan kejanggalan yang patut diperhatikan bahwa segala apa yang mereka anggap sekutu-sekutu Allah ternyata tidak memberi faedah sedikit pun kepada mereka. Syafa’at, pertolongan, restu, perlindungan dan lain sebagainya yang mereka harapkan dari sekutu-sekutu itu, lenyap tak berbekas pada mereka.

Firman Allah:

قَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا وَشَهِدُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا كٰفِرِيْنَ

Mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” (al-A‘rāf/7: 37)

Isi Kandungan Kosakata

1. Akinnah wa waqr اَكِنَّةً وَ وَقْرًا (al-An‘ām/6: 25)

Akinnah bentuk jamak dari kinan yaitu wadah yang bisa mengumpulkan sesuatu (al-wi’ā’ al-jami’), atau penutup (al-giṭa’ as-satir). Yang ditutupi bisa berupa benda atau sesuatu yang terlihat dalam diri seseorang. Untuk pertama dipakai ungkapan kanantu (ṡulaṡi) yang kedua dipakai Aknantu (ruba’i) seperti kata kitab maknun artinya kitab yang terpelihara karena berada pada tempat yang tertutup, tidak bisa dijamah oleh siapapun kecuali para malaikat yang suci. Waqr arti kata ini kembali kepada dua hal yaitu berat dan keteguhan atau ketenangan. Rajulun waqur artinya lelaki yang tenang, terhormat dan berwibawa. Al-Wiqr adalah muatan pada punggung keledai dan begal atau juga unta. Arti yang pertama (berat) inilah yang tepat untuk ayat di atas. Jika dikaitkan dengan telinga, maka telinga ini berat ntuk mendengarkan sesuatu.

2. Farraṭnā فَرَّطْنَا (al-An‘ām/6: 31)

Kata yang berasal dari (ف- ر- ط) berarti menghilangkan atau menyingkirkan sesuatu dari tempatnya. Ifraṭ ialah hal melampaui batas. Karena melampaui batas berarti menyingkirkannya dari arah tujuan semula. Tafrīṭ berarti lalai, lengah atau gegabah, yaitu tidak mengerjakan sesuatu padahal dia bisa melakukannya. Lalai berarti tidak melakukan sesuatu yang semestinya dikerjakan.

3. Awzārahum اَوْزَارَهُمْ (al-An‘ām /6:31)

Akar katanya (و- ز- ر) mempunyai dua arti yaitu tempat berlindung atau pelarian (malja’) di gunung (lihat: al-Qiyamah/75: 11) dan berat (aṡ-ṡiqal fisy-syai’). Al-Wizr ialah bawaan seseorang berupa kain yang diisi barang-barang. Dari sini lalu muncul kata al-wizr yang berarti dosa, karena bebannya yang berat. Jamaknya awzār. Al-Wazīr atau menteri karena tanggung jawabnya yang berat.

4. Al-La’b- Al-Lahw اَللَّعْبُ - اَللَّهْوُ(al-An ām/6: 32)

Al-La’b terambil dari kata al-lu’ab yaitu air liur atau ludah yang keluar dari mulut anak kecil. Biasanya keluar tanpa sengaja. Dari sini kata al-la’b diartikan dengan pekerjaan yang tidak diniatkan untuk tujuan yang benar. atau sesuatu yang melengahkan seseorang dari hal yang bermanfaat baginya. Al-Lahw, hal yang membelokkan seseorang dari kesungguhan ke senda gurau, kelakar, dan main-main.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto