Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 78 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 78 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 137 •  Quarter Hizb 14.5 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

فَلَمَّا رَاَ الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هٰذَا رَبِّيْ هٰذَآ اَكْبَرُۚ فَلَمَّآ اَفَلَتْ قَالَ يٰقَوْمِ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تُشْرِكُوْنَ

Falammā ra'asy-syamsa bāzigatan qāla hāżā rabbī hāżā akbar(u), falammā afalat qāla yā qaumi innī barī'um mimmā tusyrikūn(a).

Kemudian, ketika dia melihat matahari terbit dia berkata (lagi kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku. Ini lebih besar.” Akan tetapi, ketika matahari terbenam dia berkata, “Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari yang kamu persekutukan.”

Makna Surat Al-An‘am Ayat 78
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Matahari yang sinarnya lebih terang menjadi tujuan proses pencarian selanjutnya. Kemudian ketika dia, Ibrahim, melihat matahari terbit pada pagi hari, dia berkata, “Inilah Tuhanku yang kucari, ini lebih besar dan lebih terang sinarnya.” Tetapi ketika matahari terbenam pada sore hari dan dia menyimpulkan sebagaimana kesimpulannya ketika melihat bintang dan bulan, dia pun berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari penyembahan bintang, bulan, matahari, dan apa saja yang kamu persekutukan dengan Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang sebenarnya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah mengisahkan sindirannya yang lebih tajam yaitu pengamatan Nabi Ibrahim terhadap matahari, benda langit yang paling terang cahayanya menurut pandangan mata, yang merupakan rentetan ketiga dari pengamatan-pengamatan Ibrahim yang telah lalu, yaitu setelah Ibrahim melihat matahari terbit di ufuk dia pun berkata: “Yang terlihat sekarang inilah Tuhanku.” Ini lebih besar daripada bintang dan bulan. Akan tetapi setelah matahari itu tenggelam dan sirna dari pandangan, beliau pun mengeluarkan peringatan: “Wahai kaumku sebenarnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.”

Sindiran ini adalah sindiran yang paling tajam untuk membungkamkan kaumnya agar mereka tidak mengajukan alasan lain untuk mengingkari kebenaran yang berhasil dibuktikan oleh Ibrahim.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Mūqinīn اَلْمُوْقِنِيْ نَ(al-An‘ām/6: 75)

Isim fa’il dari ayqana. Kata dasarnya adalah yaqin. Yaqin adalah pengetahuan yang didapatkan setelah merenung dan memikirkan. Yaqin

dihasilkan setelah adanya syubhat atau keraguan. Dalam menghadapi satu persoalan seseorang biasanya merasa ragu, tapi setelah dia mendapatkan banyak dalil atau petunjuk, keraguan itu sedikit demi sedikit akan sirna, digantikan oleh perasaan tenang dan tenteram.

2. Janna جَنَّ (al-An‘ām/6: 76)

Asal katanya (ج- ن- ن) artinya tertutup dari pandangan. Jin dikatakan demikian karena makhluk ini tidak dapat dilihat atau tertutup dari pandangan mata kita. Jannah atau kebun karena banyaknya pepohonan sehingga orang yang berada di dalamnya tertutup dan tidak dapat dilihat. Majnūn atau orang gila, karena akalnya tertutup. Janan artinya hati, karena hati berada di dalam dada yang tertutup oleh pandangan. Janīn artinya bayi dalam kandungan, karena tertutup oleh perut. Dengan demikian kata janna pada ayat tersebut bisa diartikan dengan “ketika dia (Ibrahim) tertutupi oleh gelapnya malam.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto