Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 77 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 77 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 137 •  Quarter Hizb 14.5 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

فَلَمَّا رَاَ الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هٰذَا رَبِّيْ ۚفَلَمَّآ اَفَلَ قَالَ لَىِٕنْ لَّمْ يَهْدِنِيْ رَبِّيْ لَاَكُوْنَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّاۤلِّيْنَ

Falammā ra'al-qamara bāzigan qāla hāżā rabbī, falammā afala qāla la'illam yahdinī rabbī la'akūnanna minal-qaumiḍ-ḍāllīn(a).

Kemudian, ketika dia melihat bulan terbit dia berkata (kepada kaumnya), “Inilah Tuhanku.” Akan tetapi, ketika bulan itu terbenam dia berkata, “Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk kaum yang sesat.”

Makna Surat Al-An‘am Ayat 77
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah terbukti bahwa bintang yang cahayanya sangat kecil dalam pandangan mata telanjang manusia di bumi ini tidak wajar dipertuhankan, lalu ketika dia, Ibrahim, mengalihkan pandangannya dengan melihat bulan terbit yang cahayanya lebih terang, dia berkata, “Inilah Tuhanku yang kucari.” Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia pun berkata, “Sungguh, jika Tuhanku yang telah membimbingku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat karena menyembah yang bukan Tuhan serta mengabdi kepada selain-Nya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Seirama dengan ayat yang lalu Allah menjelaskan pula pengamatan Nabi Ibrahim terhadap benda langit yang lebih terang cahayanya dan lebih besar kelihatannya yaitu bulan.

Setelah Ibrahim melihat bulan tersembul di balik cakrawala, dengan cahaya yang terang benderang, timbullah kesan dalam hatinya, untuk mengatakan, “Inikah Tuhanku?” Perkataan Ibrahim seperti itu adalah pernyataan yang timbul secara naluriah seperti juga kesan yang didapat oleh kaumnya tujuan pertanyaan itu sebenarnya adalah pernyataan untuk mengingkari kesan pertama yang menipu pandangan mata dan untuk membantah keyakinan kaumnya seperti pernyataannya dalam ayat yang lalu. Pengulangan berita dengan memberikan kenyataan yang lebih tandas adalah untuk menguatkan pernyataan yang telah lalu. Kemudian setelah bulan itu terbenam dari ufuk dan lenyap dari pengamatan, dia pun memberikan pertanyaan agar diketahui oleh orang-orang musyrik yang berada di sekitarnya.

Ibrahim berkata, “Sebenarnya jika Tuhan tidak memberikan kepadaku petunjuk ke jalan yang benar untuk mengetahui dan meyakini keesaan-Nya, niscaya aku termasuk dalam golongan yang tersesat, yaitu orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dan tidak mengikuti petunjuk Tuhan, serta menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Mereka lebih senang memperturutkan hawa nafsunya dari pada melakukan perbuatan yang diridai Allah.” Sindiran ini adalah merupakan sindiran yang tegas bagi kaumnya yang tersesat dan sekaligus merupakan petunjuk bagi orang yang berpegang kepada agama dan wahyu. Sindiran yang bertahap ini bertujuan untuk mematahkan pendapat-pendapat kaumnya. Sindiran yang pertama lunak, kemudian diikuti dengan sindiran yang kedua yang tegas, adalah untuk menyanggah pikiran kaumnya secara halus agar mereka keluar dari belenggu hatinya untuk memahami kebenaran yang sebenar-benarnya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Mūqinīn اَلْمُوْقِنِيْ نَ(al-An‘ām/6: 75)

Isim fa’il dari ayqana. Kata dasarnya adalah yaqin. Yaqin adalah pengetahuan yang didapatkan setelah merenung dan memikirkan. Yaqin

dihasilkan setelah adanya syubhat atau keraguan. Dalam menghadapi satu persoalan seseorang biasanya merasa ragu, tapi setelah dia mendapatkan banyak dalil atau petunjuk, keraguan itu sedikit demi sedikit akan sirna, digantikan oleh perasaan tenang dan tenteram.

2. Janna جَنَّ (al-An‘ām/6: 76)

Asal katanya (ج- ن- ن) artinya tertutup dari pandangan. Jin dikatakan demikian karena makhluk ini tidak dapat dilihat atau tertutup dari pandangan mata kita. Jannah atau kebun karena banyaknya pepohonan sehingga orang yang berada di dalamnya tertutup dan tidak dapat dilihat. Majnūn atau orang gila, karena akalnya tertutup. Janan artinya hati, karena hati berada di dalam dada yang tertutup oleh pandangan. Janīn artinya bayi dalam kandungan, karena tertutup oleh perut. Dengan demikian kata janna pada ayat tersebut bisa diartikan dengan “ketika dia (Ibrahim) tertutupi oleh gelapnya malam.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto