Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 102 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 102 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 141 •  Quarter Hizb 14.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوْهُ ۚوَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ

Żālikumullāhu rabbukum, lā ilāha illā huw(a), khāliqu kulli syai'in fa‘budūh(u), wa huwa ‘alā kulli syai'iw wakīl(un).

Itulah Allah Tuhanmu. Tidak ada tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu. Maka, sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 102
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah terbukti bahwa keyakinan mereka itu salah dan sesat, ayat ini sampai kepada kesimpulan bahwa yang memiliki sifat-sifat yang demikian mulia itulah Allah Yang Maha Esa, Tuhan pemelihara kamu; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; pencipta segala sesuatu, karena itu maka sembahlah Dia; Dialah pemelihara segala sesuatu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan kepada orang-orang musyrik, bahwa Allah memiliki sifat-sifat seperti disebutkan dalam ayat yang lalu. Itulah sebenarnya Tuhan yang wajib mereka sembah. Yang menciptakan segala sesuatu, tidak ada tuhan yang lain kecuali Dia, bukan tuhan-tuhan yang mereka ciptakan seperti berhala-berhala, atau malaikat-malaikat yang dianggap sebagai anak Tuhan; karena semuanya itu adalah makhluk ciptaan Allah yang tidak pantas diperserikatkan kepada Dia.

Di akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah pemelihara segala sesuatu yaitu menguasai segala urusan, mengurusi jagat raya dan isinya dengan ilmu, hikmat dan kekuasaan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kharaqū خَرَقُوْا(al-An‘ m/6: 100)

Artinya mereka telah berbohong atau melakukan kebohongan. Kata dasarnya adalah ( خ- ر- ق ) yang berarti memotong sesuatu dengan tujuan merusak tanpa dipikir terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan kata (خ- ل- ق) yang menunjukkan arti melakukan sesuatu dengan perkiraan yang cermat, pelan-pelan, dengan tujuan baik. Ungkapan kharaqa aṡ-ṡauba artinya dia merobek pakaian. Pekerjaan merobek adalah pekerjaan yang tidak beraturan. Dari arti kata dasar ini maka muncul arti kebohongan, karena kaum musyrik melakukan sesuatu yang bersifat merusak tentang akidah terhadap Allah seperti perkataan mereka, “Allah mempunyai anak lelaki dan perempuan.”

2. Badī’ بَدِيعُ(al-An‘ām/6 : 101)

Akar katanya (ب- د- ع) artinya berkisar pada dua hal yaitu pertama, membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Kedua, keterputusan atau ketumpulan, keletihan, dan lesu. Kata bid’ah juga mempunyai arti semisal yaitu suatu perbuatan yang tidak ada contoh sebelumnya dari Nabi Muhammad. Allah menciptakan langit dan bumi tanpa meniru dan mencontoh yang lain.

3. Darasta دَرَسْتَ(al-An‘ām /6: 105)

Pada kalimat ini ada tiga bacaan, yaitu darasta, dārasta dan darasat. Bacaan pertama berarti kamu telah mempelajari (Al-Qur’an dari orang lain). Bacaan kedua berarti kamu saling mengajarkan. Artinya kamu membacakan kepada ahli kitab dan mereka membacakannya kepada kamu. Bacaan ketiga berarti berita-berita yang telah kamu (Muhammad) bacakan kepada kami telah kuno sehingga telah hilang dari peredaran dan sirna. Arti umum dari kata (د- ر- س) ialah melakukan sesuatu berulangkali sehingga hal tersebut menjadi hilang/sirna atau mencapai puncaknya. Pakaian yang dipakai terus menerus lalu rusak disebut daris. Ungkapan darasa al-kitab artinya dia membacanya berulang kali sehingga membekas di otak dan dihapal.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto