Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 101 - Surat Al-An‘ām (Binatang Ternak)
الانعام
Ayat 101 / 165 •  Surat 6 / 114 •  Halaman 140 •  Quarter Hizb 14.75 •  Juz 7 •  Manzil 2 • Makkiyah

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنّٰى يَكُوْنُ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّهٗ صَاحِبَةٌ ۗوَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Badī‘us-samāwāti wal-arḍ(i), annā yakūnu lahū waladuw wa lam takul lahū ṣāḥibah(tun), wa khalaqa kulla syai'(in), wa huwa bikulli syai'in‘alīm(un).

Dia (Allah) pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Makna Surat Al-An‘am Ayat 101
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Untuk membantah pandangan sesat di atas, ayat ini menegaskan bahwa Dia, yakni Allah, pencipta langit dan bumi tanpa contoh acuan yang ditiru-Nya. Bagaimana mungkin dan atas dasar apa yang dapat dijadikan alasan Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri. Dalam logika kalian, hai manusia, seorang anak pastilah lahir dari seorang ibu? Cobalah kalian camkan dan yakini bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dan Dia juga mengetahui segala sesuatu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa Dialah Pencipta langit dan bumi. Dalam penciptaan jagat raya dan segala isinya, Dia tidaklah meniru dari ciptaan-ciptaan sebelumnya. Dia menciptakan dari tidak ada menjadi ada.

Ini berarti bahwa Allah menciptakannya secara mutlak tidak memerlukan bantuan tenaga ataupun benda-benda lainnya. Oleh sebab itu bagaimana mungkin ia mempunyai anak seperti persangkaan orang-orang musyrik. Padahal Dia tidak memerlukan istri yang dapat melahirkan anak. Allah menyalahkan anggapan orang-orang musyrik dengan memberikan alasan-alasan yang rasional dengan maksud agar mereka dapat menerima kebenaran. Penjelasan ini merupakan penjelasan dari ayat sebelumnya, Allah membersihkan diri-Nya dari tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik; sedangkan keterangan-keterangan selanjutnya menandaskan bahwa dugaan-dugaan mereka itu tidak masuk akal.

Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ilmu-Nya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ilmu-Nya azali dan abadi. Hal ini merupakan ketetapan Allah untuk menguatkan alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya serta membatalkan tuduhan orang musyrik yang tidak pada tempatnya itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. Kharaqū خَرَقُوْا(al-An‘ m/6: 100)

Artinya mereka telah berbohong atau melakukan kebohongan. Kata dasarnya adalah ( خ- ر- ق ) yang berarti memotong sesuatu dengan tujuan merusak tanpa dipikir terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan kata (خ- ل- ق) yang menunjukkan arti melakukan sesuatu dengan perkiraan yang cermat, pelan-pelan, dengan tujuan baik. Ungkapan kharaqa aṡ-ṡauba artinya dia merobek pakaian. Pekerjaan merobek adalah pekerjaan yang tidak beraturan. Dari arti kata dasar ini maka muncul arti kebohongan, karena kaum musyrik melakukan sesuatu yang bersifat merusak tentang akidah terhadap Allah seperti perkataan mereka, “Allah mempunyai anak lelaki dan perempuan.”

2. Badī’ بَدِيعُ(al-An‘ām/6 : 101)

Akar katanya (ب- د- ع) artinya berkisar pada dua hal yaitu pertama, membuat sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya. Kedua, keterputusan atau ketumpulan, keletihan, dan lesu. Kata bid’ah juga mempunyai arti semisal yaitu suatu perbuatan yang tidak ada contoh sebelumnya dari Nabi Muhammad. Allah menciptakan langit dan bumi tanpa meniru dan mencontoh yang lain.

3. Darasta دَرَسْتَ(al-An‘ām /6: 105)

Pada kalimat ini ada tiga bacaan, yaitu darasta, dārasta dan darasat. Bacaan pertama berarti kamu telah mempelajari (Al-Qur’an dari orang lain). Bacaan kedua berarti kamu saling mengajarkan. Artinya kamu membacakan kepada ahli kitab dan mereka membacakannya kepada kamu. Bacaan ketiga berarti berita-berita yang telah kamu (Muhammad) bacakan kepada kami telah kuno sehingga telah hilang dari peredaran dan sirna. Arti umum dari kata (د- ر- س) ialah melakukan sesuatu berulangkali sehingga hal tersebut menjadi hilang/sirna atau mencapai puncaknya. Pakaian yang dipakai terus menerus lalu rusak disebut daris. Ungkapan darasa al-kitab artinya dia membacanya berulang kali sehingga membekas di otak dan dihapal.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto